self-development

Cara Memiliki Mental Yang Kuat

Cara Memiliki Mental Yang Kuat

Beberapa waktu lalu, saya sempat menghadiri sebuah event talk show yang membahas mengenai kesehatan mental. Pada salah satu panelnya, seorang narasumber pada event tersebut mengatakan bahwa kesehatan fisik dan mental itu saling berkaitan, serta sangat mirip cara melatihnya untuk menjadikannya lebih kuat

Hal yang dikatakannya tersebut persis seperti peribahasa yang berbunyi “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat”. Jika Anda rajin melatih fisik Anda, maka kemungkinan besar Anda juga akan memiliki keadaan mental yang sehat di dalam diri Anda

Lalu, bagaimana caranya agar kita dapat membangun keadaan mental yang tidak hanya sehat namun juga kuat?/ Saya berikan satu pertanyaan kepada Anda:

JIka Anda ingin menjadikan fisik Anda kuat, maka apa yang akan Anda lakukan?

Kemungkinan besar:  Pergi ke Gym dan melatih fisik Anda jawabannya!

Kalau begitu, jika cara melatih fisik kita sangat mirip dengan bagaimana cara kita seharusnya menjaga kesehatan mental kita, maka apa yang seharusnya kita lakukan jika kita ingin memiliki mental yang kuat?

Tentu dengan MELATIH MENTAL kita jawabannya!

Jika Anda belum pernah ke Gym atau melatih fisik Anda melalui angkat beban dan semacamnya, Anda mungkin belum tahu atau masih bertanya kepada diri Anda, “Hal apa sih sebenarnya yang membuat fisik seseorang menjadi bertambah kuat saat dia pergi ke Gym?”

Biar saya beritahu Anda jawabannya…

TEKANAN!

Ya, TEKANAN (Pressure) adalah jawabannya!

Jika seseorang ingin membuat otot di tubuhnya bertambah kuat, maka hal yang akan orang tersebut lakukan adalah memberi TEKANAN pada ototnya dengan mengangkat BEBAN!

Hal yang sama jugalah yang seharusnya Anda lakukan jika Anda ingin membuat otot MENTAL Anda bertambah kuat! Berikan ia tekanan!

Inilah sebabnya mengapa hal seperti “safe-space” atau zona aman yang banyak dibicarakan orang jaman sekarang justru merupakan hal yang tidak baik untuk diri Anda!

Dengan memberikan diri Anda tekanan, Anda sedang melatih diri Anda untuk menghadapi tekanan-tekanan lain yang akan muncul, yang akan lebih besar dari tekanan yang sedang Anda hadapi sekarang. Tentu tekanan yang Anda ambil harus sesuai dengan kemampuan diri Anda yang sekarang terlebih dahulu. Tidak masuk akal jika Anda baru pertama kali masuk Gym, lalu Anda memutuskan untuk mengangkat beban 10kg yang beratnya jauh melebihi kemampuan yang Anda miliki sekarang. Bukannya bertambah kuat, malah cedera yang mungkin Anda dapat

Seiring waktu, barulah Anda kemudian mencoba menambah beban sedikit lebih berat dari yang biasanya, namun Anda tahu masih dapat Anda angkat. Hal tersebut dinamakan dengan Progressive Overload dalam dunia olah raga. Hal tersebut jugalah yang (jika diterapkan dalam latihan mental) akan membuat mental diri Anda bertambah kuat, seiring dengan bertambahnya “tekanan” yang Anda dapat

Jadi, jika Anda berpikir Anda membutuhkan “zona aman” untuk melindungi diri Anda dari segala “ketidaknyamanan” dan “gangguan” yang akan diberikan dunia kepada Anda di luar sana, Anda justru sedang melakukan suatu kerugian besar kepada diri Anda. Bukan dengan “melindungi” diri kita dari segala ketidaknyamanan dan masuk ke “zona aman” lah yang akan membuat diri Anda bertumbuh, namun justru dengan meng-expose diri Anda ke dalam segala ketidaknyamanan tersebut yang akan membuat diri dan mental Anda menjadi bertambah kuat

Hal ini disebabkan karena prinsip dalam melatih otot mental sama persis dengan prinsip melatih otot fisik seperti yang telah saya sebutkan diatas. Sama seperti otot fisik, otot mental yang tidak pernah dilatih lama kelamaan akan menjadi lemah. Dan sama seperti fisik yang lemah, ketika Anda memiliki mental yang lemah, lama-kelamaan Anda akan rentan terkena PENYAKIT MENTAL!

Karena itu, mulailah melatih diri Anda untuk menghadapi berbagai “ketidaknyamanan” yang diberikan dunia kepada diri Anda. Salah satu caranya adalah dengan mengambil TANGGUNG JAWAB akan apapun hal yang terjadi di dalam hidup Anda, dan bukannya menyalahkan hal-hal lain di luar diri Anda yang tidak dapat Anda kendalikan. Dengan begitu, Anda dapat mulai melatih mental Anda untuk menjadi lebih kuat, sesuai dengan “beban” (baca: tanggung jawab) yang Anda ambil di dalam hidup Anda. Bukannya malah dengan masuk ke “zona aman” yang justru akan memberikan diri Anda banyak kerugian untuk kedepannya

Sekian artikel dari saya untuk kali ini, semoga dapat memberi manfaat untuk diri Anda

PS: Apa Anda memperhatikan pada zaman sekarang banyak sekali orang di luar sana yang hobinya menyalahkan berbagai hal yang berada di luar kendali mereka, yang suka sekali meminta kehadiran “zona aman” di sekitar mereka, dan orang-orang yang sama juga seringkali berkata bahwa hal tersebut dikarenakan mereka miliki “penyakit mental”? Saya harap setelah membaca artikel diatas, Anda kini mengerti penyebabnya mereka berperilaku sedemikian rupa

Sampai jumpa pada artikel berikutnya!

Yanuar D Liwang

~

Butuh konsultasi untuk menyelesaikan masalah Anda? Hubungi saya disini

Ingin artikel seperti ini dikirimkan langsung kepada Anda via e-mail setiap minggunya? Subscribe ke Mailing List kami pada form di pojok kanan atas halaman ini !

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Self-Reliance: Belajar Mengandalkan Diri Sendiri

Self-Reliance: Belajar Mengandalkan Diri Sendiri

Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan kesulitan yang datang setiap harinya. Mulai dari masalah di rumah, tempat kerja, lingkungan sosial, dan sebagainya. Dari berbagai macam masalah yang datang, hadir pula berbagai macam orang yang membantu Anda dalam menyelesaikan berbagai masalah tersebut

Namun, dari banyaknya orang yang hadir dan membantu Anda, sadarkah Anda akan siapa sebenarnya orang yang SELALU berada disamping Anda, dan SEHARUSNYA menjadi orang yang PALING Anda andalkan? Silahkan berdiri di depan kaca, dan lihat sendiri jawabannya

Ya, jawabannya adalah: Diri Anda Sendiri

Berikut adalah beberapa alasan kenapa Anda harus MULAI belajar bergantung pada diri Anda sendiri (Self-Reliance)

Anda adalah SATU-SATUNYA orang yang akan SELALU ADA untuk diri Anda
Sejak lahir sampai di saat Anda meninggal nanti, SATU-SATUNYA orang yang BENAR-BENAR akan SELALU ADA untuk Anda adalah diri Anda sendiri. Anda tidak dapat dipisahkan, tidak dapat diceraikan, tidak dapat dibelah menjadi dua orang yang berbeda

Anda akan selalu berada untuk diri Anda sendiri

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk menjadi orang yang dapat selalu Anda andalkan. Dimulai dari mana? Anda dapat memulai dengan memiliki hubungan yang baik dengan diri Anda sendiri

Orang lain TIDAK AKAN selalu ada untuk Anda
Saudara, Kerabat, Teman Dekat, Orang Tua, Pasangan, maupun Anak Anda tidak akan selalu ada untuk Anda. Mereka memiliki kehidupan mereka masing-masing, dan memiliki masalah tersendiri untuk mereka urus. Tentu jika saat ini Anda masih dikelilingi oleh orang-orang tercinta, hal itu merupakan hal yang baik

Namun ingat juga ada kalanya mereka tidak akan hadir disaat Anda membutuhkan bantuan; dan di saat hal tersebut terjadi siapakah satu-satunya orang yang ada untuk diri Anda? Diri Anda sendiri

Anda belajar MANDIRI dan BERTANGGUNG JAWAB untuk diri Anda sendiri
Di saat Anda belajar untuk melakukan segala sesuatunya seorang diri, Anda akan belajar MANDIRI. Jika Anda cukup ‘beruntung’ pernah hidup sendiri atau tinggal jauh dari orang tua, kemungkinan besar Anda pernah mengalami hal tersebut

Di saat Anda mandiri, Anda akan BERTANGGUNG JAWAB akan HIDUP Anda sendiri. Anda akan MENGAMBIL ALIH tanggung jawab akan diri Anda dari orang lain (misal, Orang Tua) dan meletakkannya di tangan Anda sendiri. Anda menjadi PENENTU keberhasilan diri Anda sendiri

Kedua hal ini (Mandiri dan Tanggung Jawab) merupakan tanda KEDEWASAAN

Mengetahui dan MENDORONG batas kemampuan diri Anda sendiri
Berusaha untuk melakukan segala sesuatunya sendiri adalah hal yang sulit, namun dari sanalah Anda dapat belajar mengetahui batasan-batasan diri Anda. Dari sana, Anda dapat mendorong diri Anda untuk berusaha melakukan hal-hal yang sebelumnya Anda kira tidak dapat Anda lakukan

Dengan begini, selain Anda menjadi dapat lebih mengenal diri sendiri, Anda juga sekaligus dapat mengembangkan diri dan memperluas kemampuan diri Anda. Mungkin akan sedikit susah pada awalnya, namun Anda tidak akan pernah tahu seberapa kuat diri Anda, sampai “Kuat” menjadi satu-satunya pilihan

Selain itu hal ini juga dapat mengajarkan Anda satu hal lagi, yaitu tahu kapan saatnya Anda harus meminta tolong. Anda tidak hidup sendirian, walaupun ada saatnya dimana Anda hanya dapat bergantung pada diri sendiri, namun ada juga saatnya Anda meminta bantuan orang lain. Berani meminta tolong kepada orang lain juga merupakan suatu bentuk kekuatan

Melalui poin-poin diatas, saya tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa kita sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, tidak membutuhkan orang lain untuk hidup. Namun, perlu kita sadari, disaat kita merasa membutuhkan bantuan orang lain, berpalinglah kepada orang yang telah dan akan selalu ada untuk diri kita terlebih dahulu, yaitu diri kita sendiri

Belajar, dan biasakan untuk membantu diri Anda sendiri

Praktikan, dan beri tahu saya hasilnya


Sampai jumpa pada artikel berikutnya!

Yanuar D Liwang

~

Klik disini untuk versi video dari artikel di atas:

 

Klik disini untuk versi audio dari artikel di atas:

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Cara Memiliki Hubungan Baik Dengan Diri Sendiri

Cara Memiliki Hubungan Baik Dengan Diri Sendiri

Dari banyaknya masalah yang kita hadapi dalam hidup, permasalahan terbesar yang akan cukup sulit kita alami adalah masalah dengan diri kita sendiri

Mulai dari pandangan akan diri sendiri yang negatif, ‘suara-suara’ di dalam kepala yang mengatakan hal-hal tidak baik akan diri kita, perasaan rendah diri, dan lain sebagainya

Pada artikel kali ini, saya akan membantu Anda untuk mengurangi pandangan maupun pemikiran negatif yang Anda miliki terhadap diri Anda DAN mulai memiliki hubungan yang baik dengan diri Anda sendiri

Langkah Pertama
Ambil selembar kertas, bagi kertas tersebut menjadi dua buah kolom: positif dan negatif

Sekarang tulis semua sifat negatif yang Anda rasa anda miliki pada kolom “negatif” dan lakukan hal yang sebaliknya pada kolom “positif”, tulis semua sifat baik yang Anda rasa Anda miliki pada kolom tersebut

(Kemungkinan besar Anda akan memakan waktu lebih lama dalam menuliskan sisi positif daripada sisi negatif diri Anda)

Sekarang,  lihat sifat-sifat negatif yang telah Anda tulis, lalu sobek/ pisahkan kolom negatif dari kertas tersebut, lalu lipat dan simpan sobekan kertas kolom negatif tersebut di tempat yang diketahui hanya oleh Anda

(atau silahkan remas-remas lalu buang kertas tersebut ke tempat sampah; terserah Anda)

Sekarang, PERHATIKAN BAIK-BAIK sifat positif diri Anda dari kertas yang tersisa

Jika bisa, Anda boleh menambahkan lagi sifat-sifat positif diri Anda bila sebelumnya ada yang terlupa. Bila anda dapat membuat daftar sifat positif Anda lebih banyak dari sifat negatif Anda, maka hal itu lebih baik

Sebelum saya meneruskan lebih lanjut, saya ingin menjawab pertanyaan sebagian dari Anda yang mungkin skeptis, “Apakah saya benar-benar harus menuliskan sifat positif dan negatif saya pada selembar kertas? Seperti orang aneh saja!”. Jawabannya adalah “IYA, Anda HARUS menuliskan sifat positif dan negatif Anda pada selembar kertas!”. Kenapa? Karena Anda harus terlebih dahulu TAHU mengenai apa saja kelebihan dan kekurangan Anda, dan bukan hanya sekedar tahu, tapi BENAR-BENAR tahu mengenai kelebihan dan kekurangan diri Anda sendiri. Maka tuliskan lah sifat-sifat tersebut pada selembar kertas!

Oke, kini Anda sudah mengetahui apa saja kelebihan serta kekurangan maupun sifat positif dan negatif diri Anda!

Sekarang yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu BAGAIMANA cara MENGEMBANGKAN kelebihan Anda tersebut, sehingga sifat negatif atau kekurangan diri Anda nampak tidak signifikan jika dibanding dengan kelebihan yang Anda miliki

Namun, bukan berarti Anda jadi mengabaikan sifat negatif maupun kekurangan diri Anda juga ya

Cari juga cara untuk MEMPERBAIKI kekurangan Anda; untuk sifat negatif, carilah cara untuk MENGHILANGKAN -atau setidaknya, MENGURANGI- sifat tersebut

Bedanya, FOKUS Anda kini terdapat pada melihat (dan bergerak mengembangkan) SISI POSITIF diri Anda, dan bukannya hanya melihat diri Anda dari sisi yang negatif terus menerus

Oke, selanjutnya…

Langkah Kedua
Jika Anda memiliki ‘suara-suara’ di dalam kepala Anda yang secara terus-menerus mengatakan hal buruk mengenai diri Anda, hal TERBURUK yang dapat Anda lakukan kepada diri Anda sendiri adalah DIAM dan MEMBIARKAN suara-suara tersebut mem-‘bully‘ diri Anda

LAWAN! Anda harus berani MELAWAN suara-suara tersebut!

Saya akan langsung memberikan tips praktiknya kepada Anda pada artikel ini

Lain kali jika suara-suara di dalam kepala Anda mulai mengatakan hal-hal yang tidak baik mengenai diri anda, LAWAN argumen mereka atau SURUH mereka DIAM. Jika anda terbiasa ber-ARGUMEN dengan mereka, Anda akan sadar bahwa suara-suara tersebut sebenarnya hanyalah sebuah hal yang tidak perlu Anda ladeni

Jika Anda belum bisa melakukan hal tersebut, maka suruh mereka untuk DIAM. Bahkan jika Anda benar-benar harus berkata “Diam!” kepada diri Anda sendiri

Ingat, Anda BISA mengendalikan pikiran diri Anda

Bukan PIKIRAN yang mengendalikan DIRI Anda, tapi ANDA lah yang mengendalikan pikiran Anda

Tips: Meditasi akan SANGAT MEMBANTU dalam menjalankan proses ini

Selain itu, Anda juga harus mengubah negative self-talk diri Anda menjadi positive self-talk

Contohnya: katakan Anda sedang mencoba melakukan sesuatu untuk pertama kalinya lalu tidak berhasil, jika biasanya Anda mungkin akan berkata “Payah Lo!”, maka di saat Anda sadar pikiran tersebut akan masuk ke dalam kepala Anda, diam sejenak, lalu ubah perkataan tersebut menjadi yang lebih bersifat supportif; misalnya “Gapapa, namanya juga baru pertama kali” atau “Oke, lain kali akan lebih baik” dan sebagainya

Be your own best supporter

Langkah Ketiga
Untuk yang terakhir, langsung saja… BERHENTI membandingkan DIRI ANDA dengan ORANG LAIN

Let’s be honest, di zaman sekarang sangat mudah untuk membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Semua orang nampak memamerkan hal-hal terbaik dalam hidup mereka melalui Instagram, Facebook, dan sosial media lainnya

Namun, apa benar kehidupan mereka YANG SEBENARNYA benar-benar sebaik apa yang mereka pamerkan?

Saya sendiri pernah mempunyai klien yang ‘stress berat’ karena pencitraan yang dia lakukan di media sosial tidak berbanding lurus dengan KENYATAAN kehidupan yang dijalaninya

Bila Anda ingin membandingkan diri Anda, bandingkanlah diri Anda yang KEMARIN dengan DIRI ANDA yang SEKARANG

“The only time you look at others, is to make sure that they had enough”

Jadi… itulah langkah-langkah dari saya untuk Anda yang ingin mulai memiliki hubungan baik dengan diri sendiri

Mulai lah dengan melihat diri Anda dari hal-hal positif yang Anda miliki, jadilah supporter/ pendukung terbesar untuk diri Anda, serta berhenti membanding-bandingkan diri Anda dengan orang lain

Praktikan dan beritahu saya hasilnya!


Yanuar D Liwang

~

Lihat versi video dari artikel kali ini pada link berikut:

Simak versi audio dari artikel kali ini pada link berikut:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Penyebab Anda GAGAL Berpikir Positif

Penyebab Anda GAGAL Berpikir Positif

Saya yakin Anda sudah sering mendengar nasihat atau kalimat motivasi yang berbunyi “Ayo, berpikir positif !”

Namun Anda merasa, “Kok, sepertinya pikiran positif saya tidak berhasil ya?”

Anda bingung karena merasa diri Anda begitu-begitu saja, tidak bertambah bahagia, atau bahkan malah merasa lebih buruk dari sebelumnya

Saya berikan satu ilustrasi untuk Anda:

Bayangkan Anda memiliki sekeranjang telur busuk, lalu Anda menaruh satu telur segar ke dalamnya dengan harapan telur segar tersebut akan membuat telur lainnya yang busuk menjadi segar kembali

Apa yang terjadi kemudian?

Tentu telur yang sebelumnya segar tersebut akan ikut menjadi busuk!

Hal yang seharusnya Anda lakukan adalah MENGELUARKAN TERLEBIH DAHULU semua telur busuk yang terdapat pada keranjang Anda, baru kemudian isi keranjang Anda tersebut dengan telur-telur yang segar !

Kini bayangkan jika “keranjang” yang saya maksud pada ilustrasi di atas adalah pikiran Anda dan “telur segar” adalah pikiran positif yang berusaha Anda masukan ke dalam diri Anda

Maka yang saya maksud dengan “telur busuk” pada ilustrasi di atas adalah?
Tentu pikiran dan PERASAAN negatif yang terdapat di dalam diri Anda!

Saya akan berikan Anda suatu hal yang mungkin tidak akan diberikan oleh para “motivator” lainnya di luar sana

Selain PIKIRAN, faktor yang paling berpengaruh terhadap KEBAHAGIAAN Anda adalah PERASAAN diri Anda

Anda tidak dapat MEMAKSA untuk memasukan pikiran bahagia di saat hal yang Anda rasakan di DALAM adalah perasaan TIDAK BAHAGIA! Anda tidak dapat berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja padahal Anda tahu semuanya TIDAK baik-baik saja

Jujurlah terlebih dahulu kepada diri Anda sendiri

Keluarkan terlebih dahulu semua perasaan negatif yang terdapat dalam diri Anda, baru kemudian dari sana isi diri Anda dengan hal-hal (pikiran dan perasaan) yang positif

Anda tidak dapat BERPIKIR POSITIF, jika PERASAAN Anda NEGATIF

Dengan perasaan yang positif, tentu pikiran positif pun akan muncul dengan sendirinya secara alami tanpa Anda perlu memaksakan diri Anda untuk memasukkan “pikiran positif” ke dalam diri Anda

Tentu saja Anda juga tidak mungkin untuk dapat merasa positif terus-menerus, karena naik-turun emosi positif-negatif merupakan sebuah SIKLUS yang akan terus berulang dalam hidup Anda

Namun selama Anda tahu cara mengatasi hal tersebut seperti yang telah saya terangkan di atas, kemungkinan besar diri Anda akan baik-baik saja

Praktikan dan beritahu saya hasilnya!


Yanuar D Liwang

 

Klik disini untuk versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk versi audio dari artikel kali ini:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments