self-development

Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Scroll ke bawah untuk versi video & audio dari artikel kali ini

Kalau saya tanya kepada Anda “Apa tujuan hidup Anda?”

Anda yakin dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat?

Banyak orang menjalani hidupnya tanpa arah yang jelas, tidak tahu mau kemana

Mereka sekedar mengikuti saja hal yang kebanyakan dilakukan oleh orang lain (sekolah, kuliah, menikah), lalu kemudian sadar bahwa waktu yang mereka miliki dalam hidup sudah berlalu begitu saja, tanpa mereka pernah melakukan apa-apa yang dapat memberikan arti buat hidup mereka

Pada artikel ini, saya akan membahas alasan mengapa penting bagi kita untuk memiliki tujuan hidup serta apa hal yang harus kita ingat dan jadikan prinsip dalam menjalani tujuan yang kita miliki tersebut

 

Mau Dibawa Kemana?

Hal pertama yang perlu kita ingat dan menjadi alasan dasar mengapa tujuan hidup penting untuk kita miliki adalah agar kita tahu MAU DIBAWA KEMANA hidup yang kita jalani?

Apakah Anda ingin memiliki hidup yang terarah sesuai dengan tujuan yang Anda punya? Ataukah Anda ingin menjalani hidup secara ‘asal-asalan’, tanpa memiliki arah dan tujuan?

Inilah sebabnya hal-hal seperti “resolusi” tahun baru penting untuk Anda miliki; tentu bedanya kalau tujuan hidup skalanya lebih besar dan jangka waktunya lebih panjang, mau jadi apa dalam 10-15 tahun ke depan, misalnya… Makanya tidak jarang Anda mendengar pertanyaan seperti itu diajukan dalam wawancara kerja

Tentu dalam menjalankan hidup yang kita miliki, jalannya tidak akan selalu mulus, pasti akan selalu ada saja rintangan yang menghalangi; namun itulah pentingnya tujuan hidup yang kita miliki

Bagaikan perahu layar yang diterjang ombak, tujuan hidup adalah “lampu mercusuar” penunjuk arah yang mengingatkan kita akan kemana hidup kita ingin kita bawa

 

Mind Your Own Business

Alasan kedua mengapa kita perlu memiliki tujuan dalam menjalani hidup kita, yaitu agar kita FOKUS menjalani hidup kita sendiri, dan tidak sibuk ikut campur mengurusi hidup orang lain

Orang yang memiliki tujuan hidup PASTI tidak akan punya waktu untuk ikut campur urusan orang lain; Kenapa? Karena dia SIBUK mengurusi dan memajukan keadaan hidupnya sendiri agar sesuai dengan tujuan yang telah ia tetapkan untuk dirinya

Sebaliknya, orang yang tidak punya tujuan hidup pasti akan selalu sibuk mengurusi dan mengikut campuri urusan orang lain; Kenapa? Karena mereka tidak punya “urusan” apa-apa untuk mereka kerjakan dalam hidup mereka sendiri

Anda kenal seseorang yang selalu update dengan perkembangan terbaru gossip artis terkini? Itu salah satu contoh orang yang tidak mempunyai tujuan hidup dan sibuk mengurusi hidup orang lain dibandingkan mengurus hidup diri mereka sendiri

Orang yang memiliki tujuan hidup juga tidak akan sibuk menghabiskan waktunya untuk membandingkan apakah “rumput tetangga” lebih hijau daripada “rumput” miliknya sendiri; mereka lebih suka fokus “menghijaukan” rumput yang mereka punya daripada mengurusi “rumput” orang lain

 

Enjoy the Journey

Satu hal yang perlu diingat dalam menjalani tujuan hidup yang kita miliki adalah, walaupun namanya “tujuan”, namun kita justru harus fokus (dan menikmati) PROSES PERJALANAN kita dalam mencapai tujuan tersebut, dibandingkan memikirkan kapan “tujuan” yang Anda impikan tersebut akan benar-benar Anda capai

Saya berikan satu contoh kecil…

Anda tahu komik One Piece?

Saya sudah mengikuti komik One Piece selama lebih dari 20 tahun, sampai kini serialnya pun masih berlangsung; mungkin SUATU HARI NANTI One Piece PASTI akan tamat, Luffy (tokoh utama) akan berhasil menjadi Raja Bajak Laut, dan volume terakhir komik tersebut PASTI akan sangat SERU sekali dan amat berharga untuk dimiliki

Namun, apakah yang membuat komik One Piece itu seru dibaca karena volume terakhir tersebut di saat Luffy berhasil menjadi Raja Bajak Laut?

Saya rasa tidak begitu… Hal yang membuat One Piece menjadi SERU untuk dibaca adalah karena PERJALANAN dan PETUALANGAN (proses) Luffy selama berjuang menjadi Raja Bajak Laut, bukan momen ketika Luffy berhasil menjadi Raja Bajak Laut itu sendiri

Ya, tentu PASTI SERU ketika Luffy berhasil mewujudkan mimpinya, tapi momen KEBERHASILAN tersebut hanya akan hadir dalam 1 volume (bahkan 1 chapter) komik saja; sedangkan hal-hal yang membuat diri kita JATUH CINTA dengan One Piece adalah pada PROSES PERJALANAN mereka yang kini sudah 980 chapter lebih, dan masih terus akan bertambah

Nah, hal yang sama juga perlu Anda lakukan dalam menjalani hal yang menjadi tujuan hidup Anda… CINTAILAH PROSESNYA

Jika Anda hanya memikirkan hasil dan kapan Anda mencapai tujuan yang Anda inginkan, saya jamin Anda pasti akan terkena  penyakit yang bernama “Destination Addiction”; yaitu kepercayaan bahwa Anda hanya akan Bahagia SETELAH Anda berhasil mencapai hal tersebut, dan bukan Bahagia mulai SEKARANG JUGA menikmati proses petualangan Anda mencapai tujuan

Akibatnya Anda akan mudah frustrasi, stress, dan GAMPANG MENYERAH begitu saja… (ini juga penyebab kenapa orang sering gagal diet atau tidak berhasil mencapai resolusi tahun baru mereka, by the way)

*Anyway, kalau Anda baca One Piece, pasti ingat khan adegan Luffy marah kepada Usopp karena dia bertanya kepada Rayleigh apakah One Piece benar-benar ada? Atau adegan pada movie Stampede ketika Luffy justru menghancurkan Eternal Pose “jalan pintas” menuju pulau terakhir LaughTale? Luffy tidak mau menjalani petualangan yang membosankan atau mengambil jalan pintas menuju tujuannya; Luffy MENCINTAI PROSES (petualangan) dan tidak memikirkan apakah One Piece benar-benar ada atau tidak (hasil akhir)

Tentu mencintai proses bukan berarti Anda tidak menghargai keberhasilan-keberhasilan kecil atau pun tidak “mengukur” tingkat keberhasilan Anda agar dapat memiliki hasil yang lebih baik lagi… Nikmati perjalanan Anda, rayakan setiap pencapaian yang telah Anda miliki, dan tingkatkan setiap usaha Anda agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi

 

End Point

Sampai sini saya yakin Anda pasti sudah tergerak hatinya untuk segera menemukan tujuan hidup dan segera menikmati perjalanan Anda dalam mencapai tujuan yang Anda miliki tersebut

Kalaupun Anda masih belum menemukan hal yang menurut Anda menjadi tujuan hidup Anda, Anda dapat mulai mencari tahu dengan cara berdialog dengan diri Anda sendiri. Tanyakan hal-hal seperti “Apa hal yang saya sukai?”, “Apa hal yang ingin terus saya kerjakan sampai diri saya mati?”, “Apa hal yang dapat saya lakukan agar hidup saya mempunyai arti?” dan lain sebagainya

Jika sudah mengetahui hal apa yang kira-kira menjadi tujuan dari hidup Anda, kini saatnya Anda untuk kembali BELAJAR mengembangkan diri, mencari pengetahuan/ ilmu/ skill baru yang dapat mendukung Anda untuk mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan tersebut

Dan yang paling penting, ingat, NIKMATI prosesnya

 

Sekian artikel mengenai pentingnya memiliki tujuan hidup dari saya, semoga artikel ini memberi manfaat kepada diri Anda, dan izinkan saya menutup artikel ini dengan memberi satu pertanyaan lagi kepada diri Anda:

“Mau dibawa kemana jalan hidup Anda?”

Saya Yanuar D Liwang, sampai jumpa pada artikel berikutnya!

 

PS: Jika Anda masih bingung menentukan arah atau tujuan hidup yang Anda miliki, saya bersedia mendengarkan curhat Anda dan membantu Anda dengan masalah yang Anda punya. Klik ‘Contact’ pada menu yang tersedia di samping dan hubungi saya sekarang juga

PPS: Kalau berkenan, follow saya di Instagram juga ya! Anda bisa ngobrol dan kontak-kontakan langsung sama saya disana! Di @yanuardliwang_ <- KLIK

 

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel kali ini:

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Cara Memiliki Keadaan Emosional Yang Sehat

Cara Memiliki Keadaan Emosional Yang Sehat

Salah satu masalah yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah dengan keadaan emosional yang kita miliki

Kita seringkali berhadapan dengan hal-hal yang membuat diri kita merasa sedih, kesal, marah, dan ingin menangis; namun tidak memiliki sarana yang tepat untuk menyalurkan emosi yang kita rasakan tersebut

Akibatnya emosi-emosi negatif yang kita rasakan tersebut seringkali menumpuk, dan menjadi penyebab munculnya berbagai macam penyakit (baik fisik maupun non-fisik) terhadap diri kita; seperti stress, gangguan kecemasan, maupun depresi

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai:

  • Apa itu Emosi
  • Kesalahan apa yang sering kita perbuat dalam menangani emosi diri kita
  • Bagaimana seharusnya kita menyikap emosi negatif yang kita miliki
  • Serta cara menyalurkan emosi negatif yang kita miliki dengan sehat

 

Apa itu Emosi?

Emosi (Emotion) berasal dari kata “Energy in Motion” yang berarti ‘energi yang bergerak’ yang terdapat di dalam tubuh kita

Energi tersebut sendiri berupa PERASAAN (seperti marah, sedih, senang, dll) yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari

*untuk artikel kali ini, harap pahami bahwa setiap kata “Emosi” yang muncul mengacu kepada “Emosi Negatif” yang kita miliki

Kesalahan yang kebanyakan dilakukan orang di luar sana ketika berurusan dengan emosi mereka (terutama emosi negatif) adalah mereka MENAHAN emosi yang mereka rasakan dan bukannya MENYALURKAN emosi yang mereka miliki tersebut

 

Jika sampai sini Anda berpikir “Tapi, bukannya emosi negatif itu adalah hal yang jelek ya? Masak kita disuruh menyalurkan emosi yang tidak baik?”, biar saya berikan satu ilustrasi kepada Anda

Bayangkan perut Anda mulas dan Anda butuh ke toilet

Namun kemudian ada orang yang berkata “Eh, yang ada di perut kamu jangan dikeluarin! Jorok!!”

Apa yang muncul di pikiran Anda kemudian?

Pasti Anda akan berkata “Justru karena yang ada di perut saya jorok, makanya perlu saya keluarin!!

Kalau didiamkan di dalam saja lama-lama akan jadi kanker!!”

 

Nah, hal tersebut jugalah yang perlu kita lakukan terhadap emosi negatif yang terdapat di dalam diri kita!

Justru karena jelek dan tidak menyenangkan, makanya perlu kita keluarkan! Karena jika tidak, lama-lama akan jadi KANKER EMOSI!

Tentu proses ‘mengeluarkan’ emosi negatif yang kita miliki juga tidak dapat dilakukan dengan sembarangan; apalagi kalau sampai melampiaskan emosi kepada orang yang tidak ada hubungannya atau bukan penyebab dari emosi negatif yang Anda rasakan

Kenapa? Karena di saat perut Anda mulas sekalipun, Anda tidak “mengeluarkan”-nya di sembarang tempat dan dilakukan di depan sembarang orang, bukan?

Terdapat waktu, tempat, serta cara yang benar dalam menyalurkan emosi yang Anda rasakan

 

Lalu, bagaimana cara menyalurkan emosi (negatif) yang kita miliki dengan benar?

Setiap orang memiliki caranya masing-masing dan berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi yang mereka alami

Sebagian orang memilih menyalurkan emosi mereka lewat bernyanyi, bermain musik, atau mendengarkan lagu. Sebagian orang lain lebih memilih untuk menyalurkan emosi mereka melalui kegiatan fisik seperti berolahraga. Sebagian orang yang saya kenal, suka menonton drama korea sedih untuk menyalurkan emosi mereka di saat ingin menangis

Anda sendiri perlu mencari tahu hal apa yang bekerja serta paling sesuai untuk diri Anda

Hal apapun itu yang akhirnya Anda pilih, pastikan hal tersebut merupakan sarana penyaluran emosi yang sehat, bersifat produktif, serta dapat memberi manfaat baik untuk diri Anda

 

Emosi negatif memang nampak sebagai hal yang tidak menyenangkan

Namun, seperti analogi ‘perut mulas’ di atas, justru karena hal itu lah emosi negatif yang kita rasakan perlu dikeluarkan melalui sarana penyaluran yang benar

Telah sering kita lihat akibat buruk yang disebabkan oleh ketidakpahaman akan hal ini di luar sana

Mulai dari kesulitan membangun hubungan baik dengan diri sendiri maupun orang lain, sikap diri yang tidak pernah positif, sampai penyalahgunaan tembakau, alkohol, dan obat-obatan terlarang lainnya

Saya harap setelah membaca artikel ini, Anda jadi mengerti akan hal apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatur dan mengelola emosi yang Anda miliki, serta dapat memiliki keadaan emosional yang sehat dalam kehidupan Anda sehari-hari

 

Praktikan dan beri tahu saya hasilnya!

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel kali ini:

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Ingin Tetap Produktif Selama #DiRumahAja? Lakukan Hal Berikut!

Ingin Tetap Produktif Selama #DiRumahAja? Lakukan Hal Berikut!

Selama periode #dirumahaja beberapa waktu belakangan ini, kita dapat melihat sebuah fenomena ‘unik’ dimana orang-orang yang selama ini biasanya sering berkata “Saya Tidak Punya Waktu! Saya Sibuk!”, ketika sekarang diberikan banyak waktu luang, mereka malah tidak tahu mau berbuat apa!

Makanya kini banyak bermunculan tren atau challenge baru di sosial media yang tujuannya untuk mengisi waktu luang yang banyak dimiliki orang-orang sekarang. Namun, apakah terdapat hal-hal yang dapat kita lakukan selama masa karantina ini agar setelahnya kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dengan memanfaatkan waktu luang yang ada?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai berbagai hal yang dapat kita lakukan agar tetap produktif dan tidak hanya sekedar menjadi #KaumRebahan saja selama periode ini berlangsung!

 

Pelajari Skill Baru

Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan selama periode karantina ini adalah dengan mempelajari dan memiliki keterampilan baru!

Keterampilannya dapat berupa hal apapun yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda; seperti memasak, merawat tanaman, belajar video editing, dan sebagainya

Saya sendiri sedang mempelajari kemampuan writing skill di saat saya menulis artikel ini

Bayangkan periode karantina ini sebagai masa-masa transformasi untuk diri Anda

Jika sebelum virus corona merebak Anda adalah seekor ulat bulu, jadikanlah masa karantina ini sebagai periode dimana diri Anda menjadi seekor kepompong; agar setelah semua hal ini selesai, Anda dapat keluar sebagai ‘Kupu-Kupu’ dengan memiliki keahlian yang baru!

 

Membaca Buku

Salah satu hal paling produktif yang dapat Anda lakukan selama masa karantina ini adalah dengan membaca buku!

Tentu bukan sembarang buku, tapi buku yang dapat menambah pengetahuan Anda

Saya tidak masalah jika Anda lebih memilih membaca buku fiksi, novel, komik, majalah, dan lain sebagainya, namun alangkah lebih baik jika Anda memilih untuk membaca buku NON-FIKSI yang dapat membuat Anda mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi

Salah satu jenis buku yang saya sarankan untuk Anda baca adalah buku jenis Pengembangan Diri

Tujuannya tentu seperti yang telah saya bilang di atas, agar setelah masa karantina ini selesai, Anda dapat keluar sebagai pribadi yang lebih baik

Beberapa judul buku yang saya rekomendasikan untuk Anda baca antara lain: “The Courage to Be Disliked” oleh Ichiro Kishimi dan Fumitake Koga, “The Subtle Art of Not Giving A Fck” dan “Everything is Fcked Up” oleh Mark Manson, serta “The War of Art” dan “Turning Pro” oleh Steven Pressfield

Detail mengenai buku yang saya sebut di atas, bisa Anda lihat pada post Instagram saya disini

 

Lakukan Hal yang Selama Ini Anda Tunda

Jika Anda termasuk tipe orang seperti yang saya sebutkan pada paragraph pembuka diatas, merasa selama ini diri Anda terlalu sibuk dan tidak punya waktu untuk melakukan hal yang seharusnya Anda lakukan, kini Anda tidak punya alasan lagi!

Manfaatkan waktu luang yang kini telah Anda banyak miliki tersebut untuk melakukan hal yang selama ini Anda ingin (atau seharusnya) lakukan, tanpa perlu banyak alasan!

Satu hal yang saya sarankan untuk mulai Anda lakukan adalah BEROLAH RAGA!

Saya yakin selama ini (terutama apabila Anda merupakan seorang pekerja kantoran) Anda sering merasa tidak punya waktu untuk menjaga kesehatan saking sibuknya dengan pekerjaan yang Anda miliki

Sekaranglah saat yang tepat untuk mulai rajin menggerakan tubuh dan menjaga kesehatan Anda!

Satu hal yang perlu Anda ingat, berolah ragalah bukan hanya sekedar karena saya menyarankan Anda pada artikel ini saja, namun juga karena merupakan KEWAJIBAN bagi Anda untuk menjaga kesehatan diri sendiri terutama pada keadaan pandemi seperti sekarang!

Anda pasti tahu khan, kebanyakan korban virus corona adalah orang yang memiliki imunitas lemah? Karena itu, berolahragalah mulai HARI INI juga!

 

Berhenti Menonton Berita

Satu tips tambahan yang ingin saya berikan kepada Anda agar tetap produktif selama #dirumahaja, adalah dengan berhenti menonton berita

Anda mungkin berpikir, “Kok pada situasi seperti sekarang ini, saya malah disuruh berhenti menonton berita?”

Alasan saya menyuruh Anda untuk berhenti menonton berita disini adalah agar Anda tidak menghabiskan waktu Anda HANYA UNTUK MENONTON BERITA SAJA, yang pada akhirnya malah akan bersifat counter-productive untuk diri Anda

Saya paham keinginan kita semua ketika dihadapkan dalam situasi seperti ini adalah untuk ‘mengerti keadaan’

Namun, semakin kita tanpa berhenti mengkonsumsi berita (yang kebanyakan isinya adalah hal negatif) untuk mengerti keadaan, semakin kita merasa tidak mengerti akan apa yang seharusnya kita lakukan untuk menangani keadaan; inilah yang dinamakan dengan paradoks pemikiran

Lalu, apa biasanya hal yang kita lakukan jika kita merasa tidak dapat menangani keadaan?

Kita mencari lebih banyak informasi lagi!

Inilah saat dimana lingkaran setan ‘pencarian informasi tiada henti’ kita mulai

Kita secara terus-menerus mencari informasi untuk memenuhi kebutuhan rasa ingin tahu diri kita, yang pada akhirnya berimbas negatif pada produktifitas diri kita sehari-hari

Cari tahu dan dapatkanlah informasi SECUKUPNYA, lakukan hal yang menurut Anda perlu dilakukan sesuai dengan informasi yang Anda dapat, lalu kembali kerjakan hal-hal produktif yang seharusnya Anda lakukan

Tidak perlu sampai non-stop 24 jam sehari Anda terus-terusan mencari informasi terbaru untuk Anda konsumsi; selain membuat diri Anda tidak produktif, hal tersebut juga tidak baik untuk kesehatan diri Anda

.

.

.

 

Di atas adalah beberapa tips yang telah saya berikan agar kita dapat lebih produktif dalam memanfaatkan waktu luang yang kini banyak kita miliki sekarang

Apapun hal yang ingin Anda lakukan pada situasi seperti sekarang, pastikan Anda benar-benar melakukan hal tersebut, dan keluar dengan menjadi pribadi yang lebih produktif dan lebih baik daripada sebelumnya!

Jika Anda memiliki masukan akan hal produktif lain yang dapat kita lakukan selama #dirumahaja, pastikan Anda juga membagikan pendapat yang Anda miliki pada kolom komentar di bawah

Hal terakhir yang harus kita ingat, selalu jaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan kita, agar diri kita dan orang-orang tersayang selalu berada dalam kondisi sehat agar dapat terus beraktifitas secara produktif!

Praktikan dan beritahu saya hasilnya!

 

PS: Join newsletter saya pada form di pojok kanan atas halaman ini untuk terus mendapat artikel maupun informasi terbaru dari saya ya! Terima Kasih 😉

 

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel kali ini:

 

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 1 comment
Cara Bersikap Bodo Amat

Cara Bersikap Bodo Amat

Artikel ini adalah bagian kedua dari artikel saya sebelumnya yang berjudul “Cara Berhenti Mendengarkan Omongan Orang Lain”, silahkan klik disini jika Anda belum membaca artikel tersebut

 

Artikel ini saya tulis karena terdapat hal penting yang seharusnya saya sertakan, namun lupa saya bahas pada artikel tersebut. Jika Anda pernah membaca buku “The Subtle Art of Not Giving A F***” karya Mark Manson, hal yang ingin saya bahas pada artikel kali ini adalah hal utama yang menjadi bahasan buku tersebut, namun akan saya bahas secara lebih lanjut

Hal yang akan menjadi bahan pembahasan pada artikel kali ini adalah: VALUE

 

Agar lebih mudah, mari kita artikan Value sebagai “nilai-nilai yang menjadi dasar prinsip dan pendirian yang Anda miliki dalam hidup”

Banyak orang di luar sana yang tidak memiliki kejelasan akan value yang mereka miliki dalam hidup. Mereka menjalani hidup tanpa arah dan tujuan, asal saja mengikuti apa yang kebanyakan orang lain lakukan, dan akibatnya mereka menjadi sangat mudah dipengaruhi oleh apa perkataan maupun komentar orang lain akan diri mereka

Bersikap bodo amat berarti mengenal value yang Anda miliki dalam hidup

 

Saya berikan contoh pribadi dalam hidup saya:

Selama SMP-SMA, saya lebih banyak bergaul dengan anak-anak “nakal” yang suka merokok, berkelahi, minum alkohol, dan sebagainya, dibanding bergaul dengan anak “baik-baik”. Tapi saya sama sekali tidak merokok, minum alkohol, ikut tawuran ataupun tindakan lainnya seperti yang kebanyakan mereka lakukan. Kenapa? Karena SAYA TAHU value saya! Bahkan lebih jauh lagi, saya juga merupakan anggota OSIS dan siswa berprestasi di sekolah!

Saya memiliki prinsip “Saya boleh bergaul dengan anak-anak nakal, tapi prestasi akademik saya di sekolah tetap harus membanggakan. Saya boleh bergaul dengan anak-anak yang merokok, tapi saya LEBIH MENGHARGAI (baca: memberi value) kemampuan atletik saya yang tinggi dalam pelajaran renang dibandingkan PENERIMAAN dari anak-anak nakal tersebut apabila saya ikut-ikutan merokok seperti mereka”

(Iya, alasan saya tidak merokok adalah karena saya suka berenang. Apabila saya merokok, tentu nafas saya tidak akan kuat saat berenang, makanya saya tidak merokok, sesederhana itu. Dan anak-anak nakal tersebut tetap bergaul dengan diri saya. Orang lain akan menghormati diri Anda ketika Anda mempunyai pendirian dan menolak untuk mengikuti aturan mereka hanya untuk merasa diterima, dan instead, memiliki peraturan untuk diri Anda sendiri)  

 

Jika Anda sudah mengenal dengan baik prinsip dan pendirian yang Anda miliki dalam hidup, Anda tidak akan mudah terpengaruh oleh “peer pressure” ataupun apa pendapat orang lain tentang diri Anda

“Biar saja orang berkata X tentang diri saya, yang penting saya tidak Y. Biar saja saya dibilang A, yang penting saya tidak menjadi B seperti mereka”

Anda akan menjadi mudah untuk bersikap bodo amat, dan apabila mereka tidak setuju atau tidak menyukai diri Anda karena pendirian yang Anda miliki, so be it, sendiri pun Anda tidak masalah

Memiliki pendirian dan mengenal baik prinsip yang Anda miliki dalam hidup adalah salah satu FILTER TERBAIK untuk menjauhkan orang-orang dan hal-hal  yang tidak baik untuk diri Anda KELUAR dari hidup Anda

 

Lalu pertanyaannya kemudian adalah, apakah Anda sudah mengenal dengan baik prinsip dan nilai-nilai yang menjadi dasar pendirian Anda dalam menjalani hidup?

 

Kenalilah diri Anda dengan baik

Ketahuilah nilai apa yang menurut Anda penting untuk dijadikan pegangan dalam menjalani hidup. Dengan begitu, akan mudah untuk Anda tidak mudah lagi terpengaruh oleh komentar maupun pendapat orang lain akan diri Anda

Praktikan hal yang telah saya jelaskan di atas ke dalam hidup Anda, dan beritahu saya bagaimana hasilnya

 

Sampai jumpa pada artikel berikutnya

Yanuar D Liwang

________________________
Klik untuk menonton versi video dari artikel ini di Youtube:

Klik untuk mendengarkan versi audio dari artikel ini di Spotify:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Cara Berhenti Mendengarkan Omongan Orang Lain

Cara Berhenti Mendengarkan Omongan Orang Lain

Salah satu hal sederhana yang namun masih menjadi masalah bagi banyak orang di luar sana adalah “omongan orang lain”

Banyak orang yang masih terlalu memikirkan pendapat maupun komentar yang orang lain katakan, bahkan hal tersebut dapat sampai menjadi beban pikiran untuk diri mereka

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana caranya agar kita dapat berhenti memikirkan apapun omongan yang orang lain buat di luar sana mengenai diri kita

 

Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kita tidak dapat mengatur apa yang orang lain ingin katakan terhadap diri kita, namun kita dapat mengatur bagaimana cara kita ingin bersikap dalam menghadapi omongan yang mereka katakan

Satu hal yang dapat segera Anda lakukan untuk berhenti mendengarkan omongan orang lain adalah dengan berhenti memberi VALUE (nilai) akan omongan orang tersebut

Stop valuing other people’s opinion!!

Begitu Anda sadar bahwa tidak semua omongan orang itu ada nilainya untuk diri Anda, akan mudah bagi diri Anda untuk berhenti mendengarkan apa omongan orang lain

 

Kedua, jadilah SELEKTIF dalam memilih siapa yang pendapatnya perlu Anda dengarkan

Jika Anda ingin memiliki keadaan finansial yang baik, tentu Anda tidak akan mendengarkan pendapat orang yang hidupnya terlilit hutang, bukan?

Sama halnya seperti jika Anda ingin memiliki prestasi akademik, Anda tidak akan mendengarkan omongan dari orang yang tidak naik kelas mengenai bagaimana cara Anda seharusnya belajar

Dengarkanlah pendapat HANYA dari orang yang memiliki apa yang ingin Anda miliki!

Jadi disini Anda tidak sedang menjadi orang arogan yang menutup dirinya dari segala macam pendapat dan masukan, melainkan Anda sedang MEMILIH mana omongan atau siapa yang pendapatnya perlu Anda dengarkan

 

Kita harus akui bahwa kebanyakan orang di luar sana sangat senang sekali memberi komentar yang tidak diperlukan bahkan ketika tidak kita minta

Bisa jadi karena mereka ingin merasa lebih baik dari diri Anda, bisa jadi karena mereka ingin dianggap sebagai “pahlawan” karena telah membantu Anda melalui “nasehat” mereka yang tidak Anda minta, bisa jadi juga karena mereka hanya ingin terlihat pintar di hadapan orang lain

Apapun alasannya, yang perlu Anda ingat hanyalah tidak semua komentar ataupun omongan yang orang lain buat itu memiliki nilai

Jadi STOP mendengarkan omongan orang yang tidak ada nilainya!

Gunakan prinsip “masuk kuping kiri, keluar kuping kanan”, alias iyakan saja apapun omongan mereka, namun tetap lakukan hal yang ingin Anda lakukan

 

Tips tambahan yang dapat Anda gunakan dalam menghadapi komentar orang lain adalah dengan FLIRTING. Ya, flirting, alias memberi jawaban “menggoda” akan apapun omongan yang mereka berikan kepada diri Anda

Saya beri contoh, misalnya ada seseorang teman Anda yang berkomentar “Kok lo betah banget ngejomblo sih? Kapan Kawin??”, Anda bisa menjawab dengan “Iya nih, makanya lo bantuin donk, kenalin gue ke temen-temen lo biar cepet ada pasangannya”

Atau ketika ada kerabat Anda yang usil bertanya “Kapan punya anak?”, Anda dapat menjawab dengan “Setiap hari sih bikin terus, doain aja ya!” atau semacamnya; lalu kemudian CUEK akan apapun komentar balasan mereka akan jawaban Anda

 

Tidak ada batasan bagi Anda untuk menciptakan jawaban sekreatif mungkin akan hal ini. Anda dapat melatih diri Anda dengan membuat sendiri skenario-skenario yang mungkin akan Anda hadapi, dan mencari tahu sendiri apa jawaban kreatif Anda akan hal tersebut

Lihat bagaimana sekarang komentar “menyebalkan” dari orang lain dapat menjadi tantangan “menyenangkan” untuk diri Anda?

Semua tergantung pandangan diri Anda dalam menyikapinya

 

Kalau begitu, poin akhir dari artikel saya yang perlu Anda ingat:

Semua orang suka berkomentar, tapi tidak semua komentar memiliki nilai. Berhenti memberi nilai kepada omongan orang yang tidak ada nilainya, dan dengarkan omongan hanya dari orang yang memberi diri Anda nilai

 

Praktikan dan beritahu saya hasilnya!

Yanuar D Liwang

 

~

Butuh konsultasi untuk menyelesaikan masalah Anda? Hubungi saya disini

Ingin artikel seperti ini dikirimkan langsung kepada Anda via e-mail setiap minggunya? Subscribe ke Mailing List kami pada form di pojok kanan atas halaman ini !

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments