motivation

Minder Pas Reuni? Baca Ini Dulu!

Minder Pas Reuni? Baca Ini Dulu!

Beberapa waktu lalu saya menemukan sebuah status Facebook viral ditulis oleh seseorang mengenai acara reuni yang diadakan oleh teman-teman sekolahnya

Mengapa status tersebut sampai menjadi viral?

Karena menurut si penulis status tersebut, teman-teman sekolah dia dulu kini “pansos” akan pencapaian yang telah mereka miliki

Jika kita perhatikan, memang banyak orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama seperti yang dicurhatkan oleh si penulis status Facebook tersebut

Namun, apakah benar jika kita menceritakan pengalaman maupun pencapaian hidup yang telah kita capai pada acara reuni sekolah adalah suatu tindakan “pansos”?

Atau apakah memang si penulis saja yang merasa ‘minder’ karena membanding-bandingkan keadaan hidupnya dengan teman-temannya yang lain?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai fenomena ini dan membagikan pemikiran saya mengenai hal tersebut

 

Yakin Pansos?

Di saat saya menulis artikel ini, sudah 10 TAHUN lamanya sejak saya lulus dari bangku SMA

Apabila HARI INI teman-teman SMA saya mengajak untuk datang ke acara reuni, saya rasa WAJAR apabila hal-hal yang mereka bicarakan adalah mengenai keadaan diri mereka HARI INI; seperti status pekerjaan, gaji, pernikahan, dan lain sebagainya

Bukannya malah hanya BERNOSTALGIA mengenang MASA LALU begitu saja (*nanti saya bahas lebih dalam lagi mengenai hal ini)

Kenapa? Karena sudah seharusnya seiring dengan berjalannya waktu, hidup kita NAIK LEVEL menuju keadaan yang lebih baik daripada keadaan hidup kita yang sebelumnya

Jangankan dalam jangka waktu 10 tahun, dalam jangka SETAHUN saja, apabila keadaan hidup kita MASIH SAMA dengan keadaan hidup kita sebelumnya, kita sudah RUGI karena menyia-nyiakan waktu tanpa memberi perubahan apapun terhadap hidup kita

Ucapan “Kamu Berubah” itu selalu lebih baik daripada ucapan “Kamu Gitu-Gitu Aja” dalam situasi seperti ini

Saya tidak tahu bagaimana cara teman-teman si penulis status menyampaikan pencapaian hidup yang mereka miliki; bisa jadi caranya memang pamer, namun bisa juga mereka hanya menceritakan keadaan hidup yang mereka miliki dengan apa adanya

Jadi, dalam kasus seperti ini, hal yang perlu kita tanyakan adalah: yakin hal yang dilakukan teman-teman si penulis status tersebut memang “pansos”? atau memang mereka hanya ingin membagikan keadaan hidup mereka yang ‘Alhamdulillah’, namun si penulis status yang malah jadi minder sendiri karena hal tersebut?

 

Bukankah seharusnya senang?

Bayangkan Anda bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak Anda jumpai

Lalu, ketika Anda bertanya mengenai bagaimana kabar dirinya sekarang, ia menjawab dengan segala hal baik yang telah terjadi dalam kehidupannya

Bagaimana reaksi Anda? Bukankah seharusnya Anda ikut senang?

AMAT SANGAT ANEH jika di saat Anda mendengar hal-hal baik terjadi di dalam hidup seseorang, Anda malah merasa tidak turut bahagia mendengar hal-hal tersebut

Ya, mungkin Anda jadi merasa sedikit ‘minder’ karena alam bawah sadar Anda jadi OTOMATIS membandingkan keadaan diri Anda dengan keadaan yang mereka punya

Namun, apabila Anda memiliki POLA PIKIR yang SEHAT, bukankah seharusnya Anda PENASARAN, INGIN TAHU, atau bahkan MINTA DIAJARI bagaimana caranya agar keadaan hidup Anda bisa maju SAMA seperti diri mereka?

Coba Anda pikirkan hal tersebut barang sejenak…

 

Gila Nostalgia

Saya mau tanya satu hal sama Anda…

Menurut Anda, apa penyebab orang suka mengenang keindahan masa lalu yang mereka punya?

Anda mungkin memiliki jawaban yang berbeda, namun menurut saya alasan orang suka mengenang masa lalu adalah karena keadaan mereka pada saat itu LEBIH BAIK daripada keadaan yang mereka miliki sekarang (maupun proyeksi mereka akan masa depan yang akan datang)

Wajar kalau sekali-kali kita mengenang keindahan masa lalu yang kita miliki

Namun, tidak produktif rasanya apabila sebagai manusia yang hidup di masa kini (dan berjalan menuju masa depan) kita malah terus menerus mengenang masa lalu, dan bukannya berupaya membuat masa kini dan masa depan yang kita miliki untuk menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan masa lalu

Ya, mungkin masa lalu kita memang menyenangkan, tapi masa kini dan masa depan kita seharusnya menjadi lebih baik lagi; karena kalau tidak, berarti hidup kita mengalami KEMUNDURAN

 

Hidup Bukan Lomba

Satu hal lagi yang menurut saya merupakan pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah kesadaran bahwa hidup bukanlah sebuah lomba

Sebagian orang di luar sana menjalani hidup dengan pemikiran bahwa hidup adalah persaingan atau bahkan PERANG; dimana jika dia MENANG berarti saya KALAH & jika dia RUGI maka saya UNTUNG

Namun apakah BENAR hidup seperti itu? Tentu TIDAK BENAR

Orang lain “MENANG” dalam hidupnya bukan berarti kita kalah dan untuk membuat hidup kita “beruntung” juga tidak perlu dengan cara “merugikan” orang lain

Amat sangat KASIHAN orang-orang yang memiliki pemikiran seperti itu, karena mereka sedang melakukan pertarungan yang TIDAK DAPAT MEREKA MENANGKAN

Kenapa? Karena memangnya ada berapa banyak jumlah orang di luar sana yang perlu kita kalahkan terlebih dahulu sampai kita dapat merasa “menang”?

 

Saya sendiri mempunyai pemikiran bahwa hidup itu seperti marathon; dan marathon bukan tentang menang atau kalah, melainkan tentang “mencapai tujuan”

Ada yang memilih berlari dengan cepat, ada yang pelan tapi pasti, ada yang santai sambil menikmati pemandangan

Soal KAPAN mereka berhasil mencapai tujuan bukan persoalan, karena seperti kita lihat diatas, mereka semua memiliki caranya masing-masing untuk mencapai “garis finish”

Satu hal yang pasti, mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu mereka semua “bergerak maju” mencapai tujuan

Apakah kita sudah bergerak maju?

Ataukah kita masih diam di tempat akibat ribuan alasan yang kita buat?

Itulah hal yang perlu kita tanyakan kepada diri kita

 

Saya rasa itulah hal-hal yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari contoh kasus status Facebook yang viral seperti di atas. Semoga kita semua dapat menerapkan pelajaran yang kita ambil tersebut ke dalam hidup kita, agar hidup yang kita jalani terus menjadi lebih baik, dan semoga kita semua terus bergerak dalam ‘marathon’ hidup yang kita jalani dan “sama-sama menang” sampai berhasil mencapai tujuan

Saya Yanuar D Liwang

Sampai jumpa pada artikel berikutnya!

Klik disini untuk versi video dari artikel di atas:

Klik disini untuk versi audio dari artikel di atas:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Scroll ke bawah untuk versi video & audio dari artikel kali ini

Kalau saya tanya kepada Anda “Apa tujuan hidup Anda?”

Anda yakin dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat?

Banyak orang menjalani hidupnya tanpa arah yang jelas, tidak tahu mau kemana

Mereka sekedar mengikuti saja hal yang kebanyakan dilakukan oleh orang lain (sekolah, kuliah, menikah), lalu kemudian sadar bahwa waktu yang mereka miliki dalam hidup sudah berlalu begitu saja, tanpa mereka pernah melakukan apa-apa yang dapat memberikan arti buat hidup mereka

Pada artikel ini, saya akan membahas alasan mengapa penting bagi kita untuk memiliki tujuan hidup serta apa hal yang harus kita ingat dan jadikan prinsip dalam menjalani tujuan yang kita miliki tersebut

 

Mau Dibawa Kemana?

Hal pertama yang perlu kita ingat dan menjadi alasan dasar mengapa tujuan hidup penting untuk kita miliki adalah agar kita tahu MAU DIBAWA KEMANA hidup yang kita jalani?

Apakah Anda ingin memiliki hidup yang terarah sesuai dengan tujuan yang Anda punya? Ataukah Anda ingin menjalani hidup secara ‘asal-asalan’, tanpa memiliki arah dan tujuan?

Inilah sebabnya hal-hal seperti “resolusi” tahun baru penting untuk Anda miliki; tentu bedanya kalau tujuan hidup skalanya lebih besar dan jangka waktunya lebih panjang, mau jadi apa dalam 10-15 tahun ke depan, misalnya… Makanya tidak jarang Anda mendengar pertanyaan seperti itu diajukan dalam wawancara kerja

Tentu dalam menjalankan hidup yang kita miliki, jalannya tidak akan selalu mulus, pasti akan selalu ada saja rintangan yang menghalangi; namun itulah pentingnya tujuan hidup yang kita miliki

Bagaikan perahu layar yang diterjang ombak, tujuan hidup adalah “lampu mercusuar” penunjuk arah yang mengingatkan kita akan kemana hidup kita ingin kita bawa

 

Mind Your Own Business

Alasan kedua mengapa kita perlu memiliki tujuan dalam menjalani hidup kita, yaitu agar kita FOKUS menjalani hidup kita sendiri, dan tidak sibuk ikut campur mengurusi hidup orang lain

Orang yang memiliki tujuan hidup PASTI tidak akan punya waktu untuk ikut campur urusan orang lain; Kenapa? Karena dia SIBUK mengurusi dan memajukan keadaan hidupnya sendiri agar sesuai dengan tujuan yang telah ia tetapkan untuk dirinya

Sebaliknya, orang yang tidak punya tujuan hidup pasti akan selalu sibuk mengurusi dan mengikut campuri urusan orang lain; Kenapa? Karena mereka tidak punya “urusan” apa-apa untuk mereka kerjakan dalam hidup mereka sendiri

Anda kenal seseorang yang selalu update dengan perkembangan terbaru gossip artis terkini? Itu salah satu contoh orang yang tidak mempunyai tujuan hidup dan sibuk mengurusi hidup orang lain dibandingkan mengurus hidup diri mereka sendiri

Orang yang memiliki tujuan hidup juga tidak akan sibuk menghabiskan waktunya untuk membandingkan apakah “rumput tetangga” lebih hijau daripada “rumput” miliknya sendiri; mereka lebih suka fokus “menghijaukan” rumput yang mereka punya daripada mengurusi “rumput” orang lain

 

Enjoy the Journey

Satu hal yang perlu diingat dalam menjalani tujuan hidup yang kita miliki adalah, walaupun namanya “tujuan”, namun kita justru harus fokus (dan menikmati) PROSES PERJALANAN kita dalam mencapai tujuan tersebut, dibandingkan memikirkan kapan “tujuan” yang Anda impikan tersebut akan benar-benar Anda capai

Saya berikan satu contoh kecil…

Anda tahu komik One Piece?

Saya sudah mengikuti komik One Piece selama lebih dari 20 tahun, sampai kini serialnya pun masih berlangsung; mungkin SUATU HARI NANTI One Piece PASTI akan tamat, Luffy (tokoh utama) akan berhasil menjadi Raja Bajak Laut, dan volume terakhir komik tersebut PASTI akan sangat SERU sekali dan amat berharga untuk dimiliki

Namun, apakah yang membuat komik One Piece itu seru dibaca karena volume terakhir tersebut di saat Luffy berhasil menjadi Raja Bajak Laut?

Saya rasa tidak begitu… Hal yang membuat One Piece menjadi SERU untuk dibaca adalah karena PERJALANAN dan PETUALANGAN (proses) Luffy selama berjuang menjadi Raja Bajak Laut, bukan momen ketika Luffy berhasil menjadi Raja Bajak Laut itu sendiri

Ya, tentu PASTI SERU ketika Luffy berhasil mewujudkan mimpinya, tapi momen KEBERHASILAN tersebut hanya akan hadir dalam 1 volume (bahkan 1 chapter) komik saja; sedangkan hal-hal yang membuat diri kita JATUH CINTA dengan One Piece adalah pada PROSES PERJALANAN mereka yang kini sudah 980 chapter lebih, dan masih terus akan bertambah

Nah, hal yang sama juga perlu Anda lakukan dalam menjalani hal yang menjadi tujuan hidup Anda… CINTAILAH PROSESNYA

Jika Anda hanya memikirkan hasil dan kapan Anda mencapai tujuan yang Anda inginkan, saya jamin Anda pasti akan terkena  penyakit yang bernama “Destination Addiction”; yaitu kepercayaan bahwa Anda hanya akan Bahagia SETELAH Anda berhasil mencapai hal tersebut, dan bukan Bahagia mulai SEKARANG JUGA menikmati proses petualangan Anda mencapai tujuan

Akibatnya Anda akan mudah frustrasi, stress, dan GAMPANG MENYERAH begitu saja… (ini juga penyebab kenapa orang sering gagal diet atau tidak berhasil mencapai resolusi tahun baru mereka, by the way)

*Anyway, kalau Anda baca One Piece, pasti ingat khan adegan Luffy marah kepada Usopp karena dia bertanya kepada Rayleigh apakah One Piece benar-benar ada? Atau adegan pada movie Stampede ketika Luffy justru menghancurkan Eternal Pose “jalan pintas” menuju pulau terakhir LaughTale? Luffy tidak mau menjalani petualangan yang membosankan atau mengambil jalan pintas menuju tujuannya; Luffy MENCINTAI PROSES (petualangan) dan tidak memikirkan apakah One Piece benar-benar ada atau tidak (hasil akhir)

Tentu mencintai proses bukan berarti Anda tidak menghargai keberhasilan-keberhasilan kecil atau pun tidak “mengukur” tingkat keberhasilan Anda agar dapat memiliki hasil yang lebih baik lagi… Nikmati perjalanan Anda, rayakan setiap pencapaian yang telah Anda miliki, dan tingkatkan setiap usaha Anda agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi

 

End Point

Sampai sini saya yakin Anda pasti sudah tergerak hatinya untuk segera menemukan tujuan hidup dan segera menikmati perjalanan Anda dalam mencapai tujuan yang Anda miliki tersebut

Kalaupun Anda masih belum menemukan hal yang menurut Anda menjadi tujuan hidup Anda, Anda dapat mulai mencari tahu dengan cara berdialog dengan diri Anda sendiri. Tanyakan hal-hal seperti “Apa hal yang saya sukai?”, “Apa hal yang ingin terus saya kerjakan sampai diri saya mati?”, “Apa hal yang dapat saya lakukan agar hidup saya mempunyai arti?” dan lain sebagainya

Jika sudah mengetahui hal apa yang kira-kira menjadi tujuan dari hidup Anda, kini saatnya Anda untuk kembali BELAJAR mengembangkan diri, mencari pengetahuan/ ilmu/ skill baru yang dapat mendukung Anda untuk mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan tersebut

Dan yang paling penting, ingat, NIKMATI prosesnya

 

Sekian artikel mengenai pentingnya memiliki tujuan hidup dari saya, semoga artikel ini memberi manfaat kepada diri Anda, dan izinkan saya menutup artikel ini dengan memberi satu pertanyaan lagi kepada diri Anda:

“Mau dibawa kemana jalan hidup Anda?”

Saya Yanuar D Liwang, sampai jumpa pada artikel berikutnya!

 

PS: Jika Anda masih bingung menentukan arah atau tujuan hidup yang Anda miliki, saya bersedia mendengarkan curhat Anda dan membantu Anda dengan masalah yang Anda punya. Klik ‘Contact’ pada menu yang tersedia di samping dan hubungi saya sekarang juga

PPS: Kalau berkenan, follow saya di Instagram juga ya! Anda bisa ngobrol dan kontak-kontakan langsung sama saya disana! Di @yanuardliwang_ <- KLIK

 

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel kali ini:

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Lakukan Hal Ini Sebelum Menyerah

Lakukan Hal Ini Sebelum Menyerah

Lakukan Hal Ini Sebelum Menyerah

Masih ingat saat dimana Anda telah berusaha begitu keras dalam mencapai hal yang Anda inginkan, namun hal tersebut nampak masih begitu jauh, dan Anda berpikir mungkin ini adalah saatnya untuk menyerah dan berhenti berusaha?

Jika Anda membaca artikel ini sekarang, saya harap Anda belum berhenti berusaha dan menyerah begitu saja karena saya mempunyai RAHASIA akan bagaimana cara KELUAR dari keadaan yang Anda miliki sekarang dan maju lebih dekat menuju tujuan Anda

 

Kenapa Ingin Menyerah?

Hal pertama yang akan kita bahas adalah MENGAPA Anda bisa sampai pada keadaan yang membuat diri Anda berpikir ingin menyerah

BIASANYA keadaan yang sampai dapat membuat seseorang merasa ingin menyerah saja adalah keadaan disaat seseorang merasa STUCK, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan  untuk mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan sebelumnya

Penyebab keadaan stuck itu sendiri dapat bermacam-macam, dan berbeda-beda untuk setiap orangnya; namun apapun itu hal yang menjadi alasannya, hal tersebut TIDAK PENTING. Hal yang penting kini adalah hal apa yang dapat kita lakukan SEKARANG untuk bergerak MAJU dan KELUAR dari keadaan STUCK yang kita rasakan

 

Apa yang dapat kita lakukan?

Dalam situasi dimana kita merasa STUCK, tidak tahu lagi apa yang dapat kita lakukan, hal yang harus kita ingat adalah kita harus mengubah fokus pemikiran kita, dari yang tadinya “apa lagi yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan saya yang masih jauh disana” menjadi “apa yang dapat saya lakukan sekarang agar dapat keluar dari keadaan yang saya miliki pada saat ini”

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk melakukan hal tersebut adalah dengan membuat sebuah “goal kecil” yang masih agak sedikit menantang, namun kita tahu masih dapat kita lakukan; tujuan dari hal ini adalah untuk membuat diri kita bergerak, maju, keluar dari keadaan stuck yang kita miliki sebelumnya dan tidak hanya sekedar diam saja tanpa melakukan hal apapun

Ketika kita bergerak mencapai “goal kecil” yang telah kita buat tersebut, kita menjadi dapat melihat bahwa kita kini telah bergerak maju dari keadaan yang kita miliki, dan tidak “stuck” lagi seperti sebelumnya. BIASANYA setelah Anda berhasil mencapai “goal kecil” yang telah Anda buat, Anda kini akan menjadi lebih bersemangat, lebih percaya diri (karena telah berhasil mengeluarkan diri Anda dari situasi yang tidak menyenangkan/ ingin menyerah), dan mendapatkan PERSPEKTIF BARU akan hal apa yang dapat Anda lakukan untuk kembali mengejar “goal besar” yang Anda miliki sebelumnya

 

Kesalahan Yang Sering Kita Lakukan

Dalam perjalanan mencapai impian, tentu akan terdapat banyak tantangan dan rintangan yang akan kita hadapi. Merasa putus asa dan kebingungan akan apa lagi hal yang harus kita lakukan kemudian merupakan salah satunya

Kesalahan yang seringkali kita lakukan pada saat dihadapkan dengan keadaan yang seperti ini adalah kita TERLALU CEPAT MENYERAH karena merasa “stuck” dengan keadaan yang kita miliki

Padahal, kenyataannya, hanya dengan sedikit mengubah fokus Anda dan menciptakan “goal kecil” yang masih dapat Anda capai, dengan segera Anda dapat keluar dari keadaan “stuck” tersebut, dan dapat kembali maju selangkah lebih dekat menuju keinginan yang ingin Anda capai

Teruslah bergerak dan JANGAN TERLALU CEPAT MENYERAH dalam mencapai hal yang Anda inginkan!

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel ini:

 

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Yang Harus Dilakukan Ketika Ragu & Takut Mengambil Tindakan

Yang Harus Dilakukan Ketika Ragu & Takut Mengambil Tindakan

Bayangkan momen dimana hal yang telah lama Anda nanti-nantikan -baik itu orang yang Anda taksir maupun kesempatan yang telah lama Anda incar- muncul di hadapan Anda, dan yang perlu Anda lakukan hanyalah tinggal mengambil tindakan untuk meraih hal tersebut, lalu kemudian hal tersebut pun akan menjadi milik Anda untuk selamanya

Ahh, indah bukan? Namun kenyataannya, apa yang sering kali terjadi?

Diri Anda terpaku, terdiam membeku, berat mengayunkan kaki Anda untuk melangkah mendapatkan hal tersebut; dan akhirnya kesempatan yang telah lama Anda nanti-nantikan tersebut hilang begitu saja tanpa Anda dapat melakukan sesuatu

Mengapa ketika kesempatan seperti itu datang seringkali kita tidak melakukan apa-apa? Kenapa ketika kesempatan datang kita justru ragu dan takut mengambil langkah untuk mengambil suatu tindakan? Dan kenapa di saat kesempatan “emas” seperti itu datang, kita justru sering dipenuhi oleh berbagai macam pikiran seperti “Bagaimana kalau begini?” “Bagaimana kalau begitu?” di dalam kepala kita?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai hal yang seharusnya kita lakukan di saat kita takut atau ragu mengambil tindakan ketika kesempatan yang telah lama kita nanti-nantikan datang

 

WHAT’S THE WORST COULD HAPPEN?

JIka Anda membaca artikel ini sekarang, maka kemungkinan Anda sudah pernah mengalami hal seperti yang saya gambarkan di atas. Well, kalau begitu jadikanlah saran maupun tips yang saya berikan pada artikel kali ini sebagai dasar pemikiran di saat lain kali Anda kembali berada dalam situasi tersebut

Hal pertama yang harus Anda ingat dan tanyakan kepada diri Anda sendiri di saat lain kali Anda dihadapkan pada situasi seperti di atas adalah “Hal paling buruk apa yang dapat terjadi kepada diri saya jika melakukan hal tersebut?”

Gagal? Diusir satpam? Atau dilihatin oleh orang-orang? Seringkali berbagai “skenario” yang muncul di kepala kita -yang membuat diri kita ragu untuk bertindak- tidak lain dan tidak bukan hanyalah sekedar skenario saja, YANG BELUM TENTU TERJADI

Dan kita tidak akan pernah tahu apa yang akan benar-benar terjadi jika kita TIDAK BERTINDAK
(well, yang sudah pasti terjadi jika kita tidak mengambil tindakan ya tentu kesempatan tersebut akan kembali hilang lagi, terulang seperti sebelumnya sih :P)

Tapi okelah, anggap skenario yang ada di kepala Anda itu sebegitu menakutkannya untuk diri Anda. Kini anggap bahwa skenario itu telah benar-benar terjadi; terus apa? Biasanya hal tersebut menjadi tidak semenakutkan seperti yang kita kira sebelumnya, bukan?

Dilihatin orang? Ah, gak kenal sama orang-orangnya juga, besok juga gak mungkin ketemu lagi. Gagal? Ya sudah, namanya juga berusaha. Hasil akhirnya memang antara berhasil atau gagal, mau diapain lagi? Yang penting saya sudah berani mencoba dan mengambil tindakan. Takut diusir Satpam? Hahaha, yakin deh, selama Anda tidak melanggar peraturan atau hukum, kemungkinan besar Anda Cuma akan ditanya oleh si satpam karena dia kepo akan hal yang Anda lakukan, saya bicara dari pengalaman saya pribadi

Apapun itu skenario yang Anda pikirkan (yang mungkin belum tentu juga terjadi), pada kenyataannya hanya terdapat dua kemungkinan:
Jika Anda mengambil tindakan, Anda mempunyai peluang gagal 50%, namun jika Anda TIDAK mengambil tindakan, peluang gagal Anda naik menjadi 100%!!

Kalau peluang kemungkinan segalanya adalah 50%/50%, kenapa tidak ambil tindakan saja sekalian?

 

IMAGINE THINGS GOING YOUR WAY

Jika tadi Anda membayangkan bagaimana seandainya jika Anda gagal dan segala hal buruk akan menimpa diri Anda (yang padahal belum tentu terjadi juga), sekarang bayangkan bagaimana jika Anda berhasil

Bayangkan jika segalanya berjalan sesuai keinginan Anda, lancar tanpa hambatan apapun, dan Anda berhasil meraih hal yang Anda inginkan. Bukankah Anda akan langsung bersemangat dan ingin segera meluncur bagaikan roket menuju hal yang Anda impikan tersebut?

Kenyataannya, seperti yang telah saya bilang di atas, Anda belum tentu gagal! Anda memiliki 50% kesempatan berhasil! Dan hal ini merupakan KENYATAAN. Memangnya Anda mau berpikir bahwa apapun yang Anda lakukan maka kemungkinannya pasti akan selalu gagal 100%?? TIDAK MUNGKIN!

Anda mempunyai kemungkinan berhasil dalam setiap hal apapun yang Anda lakukan. Saya TIDAK BILANG Anda akan SELALU BERHASIL, tapi Anda juga tidak akan SELALU GAGAL! Anda mempunyai kemungkinan berhasil di saat Anda mengambil tindakan untuk meraih hal yang Anda inginkan, dan itu adalah KENYATAAN!

 

IT WILL ALWAYS FEEL BETTER AFTER YOU’VE DONE IT

Kembali lagi ke poin kita di awal, di saat Anda mengalami hal yang Anda idamkan kembali pergi begitu saja tanpa pernah Anda tahu kapan hal tersebut akan kembali (karena Anda kembali melewatkan kesempatan berharga yang datang tanpa berani melakukan apa-apa) apa hal yang biasanya kemudian Anda rasakan?

Menyesal? Sedih? Marah dan kesal kepada diri sendiri karena tidak berani melakukan suatu hal apapun? Jika Anda pernah mengalami dan merasakan hal tersebut terjadi, mulai sekarang miliki dan ingatlah prinsip berikut di saat lain kali Anda dihadapkan dengan kesempatan yang hanya sekali-dua kali datang di dalam hidup Anda:

“Apapun hasilnya, Anda akan merasa jauh lebih baik setelah Anda berusaha melakukan sesuatu untuk menggapai hal tersebut, dibanding jika Anda tidak mengambil tindakan apapun sama sekali”

KENAPA? Karena Anda telah melihat diri Anda sendiri BERUSAHA

Ketika Anda TELAH melihat diri Anda sendiri berusaha, maka apapun hal yang terjadi setelahnya tidak akan menjadi soal lagi untuk Anda

Kenapa? Karena Anda telah BERUSAHA

Ketika Anda telah berusaha, GAGAL SEKALIPUN, Anda telah melihat diri Anda BERANI mengambil suatu tindakan. Dan ketika Anda sudah berani mengambil suatu tindakan, Anda jadi dapat melihat hal apa yang telah dapat Anda lakukan dengan baik, hal mana yang masih harus diperbaiki, dan hal apa yang dapat Anda buat menjadi lebih baik lagi

Hal ini namanya PROSES PEMBELAJARAN

Anda jadi dapat lebih mengenal kelebihan dan kekurangan diri Anda dengan baik; agar jika lain kali kesempatan tersebut kembali datang, Anda dapat sekali lagi mencoba meraih hal tersebut kali ini DENGAN LEBIH BAIK

TIDAK ADA RUGINYA KETIKA ANDA TELAH BERUSAHA DAN KEMUDIAN GAGAL DALAM MELAKUKAN SESUATU

Bahkan lebih jauh lagi saya katakan: LAKUKANLAH HAL, YANG JIKA GAGAL SEKALIPUN, BERSEDIA ANDA LAKUKAN

Jika Anda sudah dapat menjadi orang yang memiliki kepribadian dan prinsip seperti itu di dalam hidup Anda, SAYA JAMIN Anda akan menjadi pribadi yang jauh lebih BERHASIL, SUKSES, dan BAHAGIA dibanding kebanyakan orang lain di luar sana

 

END POINT

Hal terakhir yang ingin saya sampaikan sebagai penutup dari artikel kali ini adalah:

Ketika Anda tua nanti, bukanlah “kegagalan” yang Anda alami karena telah berani melakukan sesuatulah yang akan Anda sesali, namun “kegagalan” yang Anda terima karena Anda tidak berani melakukan apa-apa sama sekali

Pastikan ketika Anda tua nanti, Anda melihat kebelakang dan tertawa melihat hal-hal ‘gila’ dan ‘penuh resiko’ yang telah berani Anda lakukan, dan bukannya melihat kebelakang penuh penyesalan atas segala kesempatan yang terbuang sia-sia begitu saja

(PS: Pastikan hal yang ingin Anda lakukan semuanya adalah hal-hal yang baik ya!)

 

Sekian untuk artikel kali ini, praktikan dan beritahu saya hasilnya

Yanuar D Liwang

________________________
Klik untuk menonton versi video dari artikel ini:

 

Klik untuk mendengarkan versi audio dari artikel ini:

 

 

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 1 comment
Bagaimana Jika Usaha Terbaik Anda Tidak Cukup?

Bagaimana Jika Usaha Terbaik Anda Tidak Cukup?

Bagaimana jika usaha terbaik yang Anda berikan dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan Anda saja tidak cukup untuk memberikan diri Anda hasil yang Anda inginkan?

Hal itulah yang pernah saya tanyakan kepada diri saya sendiri beberapa tahun lalu di saat saya baru memulai mendirikan usaha saya

Pada waktu itu, baru sekitar 2 tahun saya memulai usaha saya. Saya merasa sudah mengerahkan seluruh kemampuan dan tenaga yang saya miliki, tapi kok, saya belum berhasil mencapai hal yang saya inginkan ya?

Kemudian saya pun bertanya kepada diri saya sendiri:

“Apa usaha terbaik yang saya berikan sudah cukup? Apa usaha terbaik yang saya berikan hanya segini saja? Apakah usaha terbaik yang saya berikan dapat menjadi lebih baik?”

Lalu, pertanyaan baru pun muncul di dalam diri saya:

“Mana yang lebih baik, menjadi yang terbaik atau menjadi lebih baik?”

Saya sempat memikirkan pertanyaan tersebut untuk beberapa waktu, sampai akhirnya saya pun menemukan jawabannya…

Menjadi “LEBIH BAIK” lebih baik daripada menjadi yang “TERBAIK”

Menjadi yang “terbaik” memberi kesan ‘final’, alias tidak bisa dibuat lebih baik lagi. Sedangkan menjadi “lebih baik” memberi kesan ‘growth’ (pertumbuhan), alias selalu dapat dibuat menjadi lebih baik lagi, tanpa batas akhir untuk pertumbuhan hal tersebut (kaizen)

Hal inilah yang membuat orang-orang yang mempunyai prinsip “Growth Mindset” akan selalu menjadi lebih baik dibandingkan yang memiliki “Fixed Mindset”

 

Jika kita mau menyadari, diri kita (manusia) sendiri adalah makhluk yang selalu ingin berkembang untuk membuat dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Manusia mempunyai potensi tanpa batas untuk dapat mempelajari dan menjadi apa saja hal yang mereka inginkan. Kita, sebagai manusia, dapat selalu membuat diri kita menjadi LEBIH BAIK daripada diri kita yang sebelumnya

Jadi, jika Anda pernah mengalami hal sama seperti yang saya rasakan di atas, jika Anda pernah bertanya kepada diri Anda sendiri “Apakah usaha terbaik yang saya berikan ini sudah cukup?”, ingatlah bahwa jawaban dari pertanyaan Anda adalah “TIDAK, saya bisa LEBIH BAIK lagi!”

Caranya? BELAJAR. You need to KNOW better to BE better

Ada banyak hal-hal penting di dalam hidup kita yang tidak pernah diajari di sekolah. Teruslah mempelajari hal baru yang menurut Anda penting untuk hidup Anda. Teruslah mengembangkan diri Anda untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Teruslah belajar, karena tidak ada batasan untuk mengembangkan diri Anda

KNOW better, DO better, BE better

 

Praktikan dan beritahu saya hasilnya

~Yanuar D Liwang

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments