Minder Pas Reuni? Baca Ini Dulu!

Minder Pas Reuni? Baca Ini Dulu!

Beberapa waktu lalu saya menemukan sebuah status Facebook viral ditulis oleh seseorang mengenai acara reuni yang diadakan oleh teman-teman sekolahnya

Mengapa status tersebut sampai menjadi viral?

Karena menurut si penulis status tersebut, teman-teman sekolah dia dulu kini “pansos” akan pencapaian yang telah mereka miliki

Jika kita perhatikan, memang banyak orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama seperti yang dicurhatkan oleh si penulis status Facebook tersebut

Namun, apakah benar jika kita menceritakan pengalaman maupun pencapaian hidup yang telah kita capai pada acara reuni sekolah adalah suatu tindakan “pansos”?

Atau apakah memang si penulis saja yang merasa ‘minder’ karena membanding-bandingkan keadaan hidupnya dengan teman-temannya yang lain?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai fenomena ini dan membagikan pemikiran saya mengenai hal tersebut

 

Yakin Pansos?

Di saat saya menulis artikel ini, sudah 10 TAHUN lamanya sejak saya lulus dari bangku SMA

Apabila HARI INI teman-teman SMA saya mengajak untuk datang ke acara reuni, saya rasa WAJAR apabila hal-hal yang mereka bicarakan adalah mengenai keadaan diri mereka HARI INI; seperti status pekerjaan, gaji, pernikahan, dan lain sebagainya

Bukannya malah hanya BERNOSTALGIA mengenang MASA LALU begitu saja (*nanti saya bahas lebih dalam lagi mengenai hal ini)

Kenapa? Karena sudah seharusnya seiring dengan berjalannya waktu, hidup kita NAIK LEVEL menuju keadaan yang lebih baik daripada keadaan hidup kita yang sebelumnya

Jangankan dalam jangka waktu 10 tahun, dalam jangka SETAHUN saja, apabila keadaan hidup kita MASIH SAMA dengan keadaan hidup kita sebelumnya, kita sudah RUGI karena menyia-nyiakan waktu tanpa memberi perubahan apapun terhadap hidup kita

Ucapan “Kamu Berubah” itu selalu lebih baik daripada ucapan “Kamu Gitu-Gitu Aja” dalam situasi seperti ini

Saya tidak tahu bagaimana cara teman-teman si penulis status menyampaikan pencapaian hidup yang mereka miliki; bisa jadi caranya memang pamer, namun bisa juga mereka hanya menceritakan keadaan hidup yang mereka miliki dengan apa adanya

Jadi, dalam kasus seperti ini, hal yang perlu kita tanyakan adalah: yakin hal yang dilakukan teman-teman si penulis status tersebut memang “pansos”? atau memang mereka hanya ingin membagikan keadaan hidup mereka yang ‘Alhamdulillah’, namun si penulis status yang malah jadi minder sendiri karena hal tersebut?

 

Bukankah seharusnya senang?

Bayangkan Anda bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak Anda jumpai

Lalu, ketika Anda bertanya mengenai bagaimana kabar dirinya sekarang, ia menjawab dengan segala hal baik yang telah terjadi dalam kehidupannya

Bagaimana reaksi Anda? Bukankah seharusnya Anda ikut senang?

AMAT SANGAT ANEH jika di saat Anda mendengar hal-hal baik terjadi di dalam hidup seseorang, Anda malah merasa tidak turut bahagia mendengar hal-hal tersebut

Ya, mungkin Anda jadi merasa sedikit ‘minder’ karena alam bawah sadar Anda jadi OTOMATIS membandingkan keadaan diri Anda dengan keadaan yang mereka punya

Namun, apabila Anda memiliki POLA PIKIR yang SEHAT, bukankah seharusnya Anda PENASARAN, INGIN TAHU, atau bahkan MINTA DIAJARI bagaimana caranya agar keadaan hidup Anda bisa maju SAMA seperti diri mereka?

Coba Anda pikirkan hal tersebut barang sejenak…

 

Gila Nostalgia

Saya mau tanya satu hal sama Anda…

Menurut Anda, apa penyebab orang suka mengenang keindahan masa lalu yang mereka punya?

Anda mungkin memiliki jawaban yang berbeda, namun menurut saya alasan orang suka mengenang masa lalu adalah karena keadaan mereka pada saat itu LEBIH BAIK daripada keadaan yang mereka miliki sekarang (maupun proyeksi mereka akan masa depan yang akan datang)

Wajar kalau sekali-kali kita mengenang keindahan masa lalu yang kita miliki

Namun, tidak produktif rasanya apabila sebagai manusia yang hidup di masa kini (dan berjalan menuju masa depan) kita malah terus menerus mengenang masa lalu, dan bukannya berupaya membuat masa kini dan masa depan yang kita miliki untuk menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan masa lalu

Ya, mungkin masa lalu kita memang menyenangkan, tapi masa kini dan masa depan kita seharusnya menjadi lebih baik lagi; karena kalau tidak, berarti hidup kita mengalami KEMUNDURAN

 

Hidup Bukan Lomba

Satu hal lagi yang menurut saya merupakan pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah kesadaran bahwa hidup bukanlah sebuah lomba

Sebagian orang di luar sana menjalani hidup dengan pemikiran bahwa hidup adalah persaingan atau bahkan PERANG; dimana jika dia MENANG berarti saya KALAH & jika dia RUGI maka saya UNTUNG

Namun apakah BENAR hidup seperti itu? Tentu TIDAK BENAR

Orang lain “MENANG” dalam hidupnya bukan berarti kita kalah dan untuk membuat hidup kita “beruntung” juga tidak perlu dengan cara “merugikan” orang lain

Amat sangat KASIHAN orang-orang yang memiliki pemikiran seperti itu, karena mereka sedang melakukan pertarungan yang TIDAK DAPAT MEREKA MENANGKAN

Kenapa? Karena memangnya ada berapa banyak jumlah orang di luar sana yang perlu kita kalahkan terlebih dahulu sampai kita dapat merasa “menang”?

 

Saya sendiri mempunyai pemikiran bahwa hidup itu seperti marathon; dan marathon bukan tentang menang atau kalah, melainkan tentang “mencapai tujuan”

Ada yang memilih berlari dengan cepat, ada yang pelan tapi pasti, ada yang santai sambil menikmati pemandangan

Soal KAPAN mereka berhasil mencapai tujuan bukan persoalan, karena seperti kita lihat diatas, mereka semua memiliki caranya masing-masing untuk mencapai “garis finish”

Satu hal yang pasti, mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu mereka semua “bergerak maju” mencapai tujuan

Apakah kita sudah bergerak maju?

Ataukah kita masih diam di tempat akibat ribuan alasan yang kita buat?

Itulah hal yang perlu kita tanyakan kepada diri kita

 

Saya rasa itulah hal-hal yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari contoh kasus status Facebook yang viral seperti di atas. Semoga kita semua dapat menerapkan pelajaran yang kita ambil tersebut ke dalam hidup kita, agar hidup yang kita jalani terus menjadi lebih baik, dan semoga kita semua terus bergerak dalam ‘marathon’ hidup yang kita jalani dan “sama-sama menang” sampai berhasil mencapai tujuan

Saya Yanuar D Liwang

Sampai jumpa pada artikel berikutnya!

Klik disini untuk versi video dari artikel di atas:

Klik disini untuk versi audio dari artikel di atas:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Pentingnya Memiliki Tujuan Hidup

Scroll ke bawah untuk versi video & audio dari artikel kali ini

Kalau saya tanya kepada Anda “Apa tujuan hidup Anda?”

Anda yakin dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat?

Banyak orang menjalani hidupnya tanpa arah yang jelas, tidak tahu mau kemana

Mereka sekedar mengikuti saja hal yang kebanyakan dilakukan oleh orang lain (sekolah, kuliah, menikah), lalu kemudian sadar bahwa waktu yang mereka miliki dalam hidup sudah berlalu begitu saja, tanpa mereka pernah melakukan apa-apa yang dapat memberikan arti buat hidup mereka

Pada artikel ini, saya akan membahas alasan mengapa penting bagi kita untuk memiliki tujuan hidup serta apa hal yang harus kita ingat dan jadikan prinsip dalam menjalani tujuan yang kita miliki tersebut

 

Mau Dibawa Kemana?

Hal pertama yang perlu kita ingat dan menjadi alasan dasar mengapa tujuan hidup penting untuk kita miliki adalah agar kita tahu MAU DIBAWA KEMANA hidup yang kita jalani?

Apakah Anda ingin memiliki hidup yang terarah sesuai dengan tujuan yang Anda punya? Ataukah Anda ingin menjalani hidup secara ‘asal-asalan’, tanpa memiliki arah dan tujuan?

Inilah sebabnya hal-hal seperti “resolusi” tahun baru penting untuk Anda miliki; tentu bedanya kalau tujuan hidup skalanya lebih besar dan jangka waktunya lebih panjang, mau jadi apa dalam 10-15 tahun ke depan, misalnya… Makanya tidak jarang Anda mendengar pertanyaan seperti itu diajukan dalam wawancara kerja

Tentu dalam menjalankan hidup yang kita miliki, jalannya tidak akan selalu mulus, pasti akan selalu ada saja rintangan yang menghalangi; namun itulah pentingnya tujuan hidup yang kita miliki

Bagaikan perahu layar yang diterjang ombak, tujuan hidup adalah “lampu mercusuar” penunjuk arah yang mengingatkan kita akan kemana hidup kita ingin kita bawa

 

Mind Your Own Business

Alasan kedua mengapa kita perlu memiliki tujuan dalam menjalani hidup kita, yaitu agar kita FOKUS menjalani hidup kita sendiri, dan tidak sibuk ikut campur mengurusi hidup orang lain

Orang yang memiliki tujuan hidup PASTI tidak akan punya waktu untuk ikut campur urusan orang lain; Kenapa? Karena dia SIBUK mengurusi dan memajukan keadaan hidupnya sendiri agar sesuai dengan tujuan yang telah ia tetapkan untuk dirinya

Sebaliknya, orang yang tidak punya tujuan hidup pasti akan selalu sibuk mengurusi dan mengikut campuri urusan orang lain; Kenapa? Karena mereka tidak punya “urusan” apa-apa untuk mereka kerjakan dalam hidup mereka sendiri

Anda kenal seseorang yang selalu update dengan perkembangan terbaru gossip artis terkini? Itu salah satu contoh orang yang tidak mempunyai tujuan hidup dan sibuk mengurusi hidup orang lain dibandingkan mengurus hidup diri mereka sendiri

Orang yang memiliki tujuan hidup juga tidak akan sibuk menghabiskan waktunya untuk membandingkan apakah “rumput tetangga” lebih hijau daripada “rumput” miliknya sendiri; mereka lebih suka fokus “menghijaukan” rumput yang mereka punya daripada mengurusi “rumput” orang lain

 

Enjoy the Journey

Satu hal yang perlu diingat dalam menjalani tujuan hidup yang kita miliki adalah, walaupun namanya “tujuan”, namun kita justru harus fokus (dan menikmati) PROSES PERJALANAN kita dalam mencapai tujuan tersebut, dibandingkan memikirkan kapan “tujuan” yang Anda impikan tersebut akan benar-benar Anda capai

Saya berikan satu contoh kecil…

Anda tahu komik One Piece?

Saya sudah mengikuti komik One Piece selama lebih dari 20 tahun, sampai kini serialnya pun masih berlangsung; mungkin SUATU HARI NANTI One Piece PASTI akan tamat, Luffy (tokoh utama) akan berhasil menjadi Raja Bajak Laut, dan volume terakhir komik tersebut PASTI akan sangat SERU sekali dan amat berharga untuk dimiliki

Namun, apakah yang membuat komik One Piece itu seru dibaca karena volume terakhir tersebut di saat Luffy berhasil menjadi Raja Bajak Laut?

Saya rasa tidak begitu… Hal yang membuat One Piece menjadi SERU untuk dibaca adalah karena PERJALANAN dan PETUALANGAN (proses) Luffy selama berjuang menjadi Raja Bajak Laut, bukan momen ketika Luffy berhasil menjadi Raja Bajak Laut itu sendiri

Ya, tentu PASTI SERU ketika Luffy berhasil mewujudkan mimpinya, tapi momen KEBERHASILAN tersebut hanya akan hadir dalam 1 volume (bahkan 1 chapter) komik saja; sedangkan hal-hal yang membuat diri kita JATUH CINTA dengan One Piece adalah pada PROSES PERJALANAN mereka yang kini sudah 980 chapter lebih, dan masih terus akan bertambah

Nah, hal yang sama juga perlu Anda lakukan dalam menjalani hal yang menjadi tujuan hidup Anda… CINTAILAH PROSESNYA

Jika Anda hanya memikirkan hasil dan kapan Anda mencapai tujuan yang Anda inginkan, saya jamin Anda pasti akan terkena  penyakit yang bernama “Destination Addiction”; yaitu kepercayaan bahwa Anda hanya akan Bahagia SETELAH Anda berhasil mencapai hal tersebut, dan bukan Bahagia mulai SEKARANG JUGA menikmati proses petualangan Anda mencapai tujuan

Akibatnya Anda akan mudah frustrasi, stress, dan GAMPANG MENYERAH begitu saja… (ini juga penyebab kenapa orang sering gagal diet atau tidak berhasil mencapai resolusi tahun baru mereka, by the way)

*Anyway, kalau Anda baca One Piece, pasti ingat khan adegan Luffy marah kepada Usopp karena dia bertanya kepada Rayleigh apakah One Piece benar-benar ada? Atau adegan pada movie Stampede ketika Luffy justru menghancurkan Eternal Pose “jalan pintas” menuju pulau terakhir LaughTale? Luffy tidak mau menjalani petualangan yang membosankan atau mengambil jalan pintas menuju tujuannya; Luffy MENCINTAI PROSES (petualangan) dan tidak memikirkan apakah One Piece benar-benar ada atau tidak (hasil akhir)

Tentu mencintai proses bukan berarti Anda tidak menghargai keberhasilan-keberhasilan kecil atau pun tidak “mengukur” tingkat keberhasilan Anda agar dapat memiliki hasil yang lebih baik lagi… Nikmati perjalanan Anda, rayakan setiap pencapaian yang telah Anda miliki, dan tingkatkan setiap usaha Anda agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi

 

End Point

Sampai sini saya yakin Anda pasti sudah tergerak hatinya untuk segera menemukan tujuan hidup dan segera menikmati perjalanan Anda dalam mencapai tujuan yang Anda miliki tersebut

Kalaupun Anda masih belum menemukan hal yang menurut Anda menjadi tujuan hidup Anda, Anda dapat mulai mencari tahu dengan cara berdialog dengan diri Anda sendiri. Tanyakan hal-hal seperti “Apa hal yang saya sukai?”, “Apa hal yang ingin terus saya kerjakan sampai diri saya mati?”, “Apa hal yang dapat saya lakukan agar hidup saya mempunyai arti?” dan lain sebagainya

Jika sudah mengetahui hal apa yang kira-kira menjadi tujuan dari hidup Anda, kini saatnya Anda untuk kembali BELAJAR mengembangkan diri, mencari pengetahuan/ ilmu/ skill baru yang dapat mendukung Anda untuk mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan tersebut

Dan yang paling penting, ingat, NIKMATI prosesnya

 

Sekian artikel mengenai pentingnya memiliki tujuan hidup dari saya, semoga artikel ini memberi manfaat kepada diri Anda, dan izinkan saya menutup artikel ini dengan memberi satu pertanyaan lagi kepada diri Anda:

“Mau dibawa kemana jalan hidup Anda?”

Saya Yanuar D Liwang, sampai jumpa pada artikel berikutnya!

 

PS: Jika Anda masih bingung menentukan arah atau tujuan hidup yang Anda miliki, saya bersedia mendengarkan curhat Anda dan membantu Anda dengan masalah yang Anda punya. Klik ‘Contact’ pada menu yang tersedia di samping dan hubungi saya sekarang juga

PPS: Kalau berkenan, follow saya di Instagram juga ya! Anda bisa ngobrol dan kontak-kontakan langsung sama saya disana! Di @yanuardliwang_ <- KLIK

 

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel kali ini:

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Cara Memiliki Keadaan Emosional Yang Sehat

Cara Memiliki Keadaan Emosional Yang Sehat

Salah satu masalah yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari adalah masalah dengan keadaan emosional yang kita miliki

Kita seringkali berhadapan dengan hal-hal yang membuat diri kita merasa sedih, kesal, marah, dan ingin menangis; namun tidak memiliki sarana yang tepat untuk menyalurkan emosi yang kita rasakan tersebut

Akibatnya emosi-emosi negatif yang kita rasakan tersebut seringkali menumpuk, dan menjadi penyebab munculnya berbagai macam penyakit (baik fisik maupun non-fisik) terhadap diri kita; seperti stress, gangguan kecemasan, maupun depresi

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai:

  • Apa itu Emosi
  • Kesalahan apa yang sering kita perbuat dalam menangani emosi diri kita
  • Bagaimana seharusnya kita menyikap emosi negatif yang kita miliki
  • Serta cara menyalurkan emosi negatif yang kita miliki dengan sehat

 

Apa itu Emosi?

Emosi (Emotion) berasal dari kata “Energy in Motion” yang berarti ‘energi yang bergerak’ yang terdapat di dalam tubuh kita

Energi tersebut sendiri berupa PERASAAN (seperti marah, sedih, senang, dll) yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari

*untuk artikel kali ini, harap pahami bahwa setiap kata “Emosi” yang muncul mengacu kepada “Emosi Negatif” yang kita miliki

Kesalahan yang kebanyakan dilakukan orang di luar sana ketika berurusan dengan emosi mereka (terutama emosi negatif) adalah mereka MENAHAN emosi yang mereka rasakan dan bukannya MENYALURKAN emosi yang mereka miliki tersebut

 

Jika sampai sini Anda berpikir “Tapi, bukannya emosi negatif itu adalah hal yang jelek ya? Masak kita disuruh menyalurkan emosi yang tidak baik?”, biar saya berikan satu ilustrasi kepada Anda

Bayangkan perut Anda mulas dan Anda butuh ke toilet

Namun kemudian ada orang yang berkata “Eh, yang ada di perut kamu jangan dikeluarin! Jorok!!”

Apa yang muncul di pikiran Anda kemudian?

Pasti Anda akan berkata “Justru karena yang ada di perut saya jorok, makanya perlu saya keluarin!!

Kalau didiamkan di dalam saja lama-lama akan jadi kanker!!”

 

Nah, hal tersebut jugalah yang perlu kita lakukan terhadap emosi negatif yang terdapat di dalam diri kita!

Justru karena jelek dan tidak menyenangkan, makanya perlu kita keluarkan! Karena jika tidak, lama-lama akan jadi KANKER EMOSI!

Tentu proses ‘mengeluarkan’ emosi negatif yang kita miliki juga tidak dapat dilakukan dengan sembarangan; apalagi kalau sampai melampiaskan emosi kepada orang yang tidak ada hubungannya atau bukan penyebab dari emosi negatif yang Anda rasakan

Kenapa? Karena di saat perut Anda mulas sekalipun, Anda tidak “mengeluarkan”-nya di sembarang tempat dan dilakukan di depan sembarang orang, bukan?

Terdapat waktu, tempat, serta cara yang benar dalam menyalurkan emosi yang Anda rasakan

 

Lalu, bagaimana cara menyalurkan emosi (negatif) yang kita miliki dengan benar?

Setiap orang memiliki caranya masing-masing dan berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi yang mereka alami

Sebagian orang memilih menyalurkan emosi mereka lewat bernyanyi, bermain musik, atau mendengarkan lagu. Sebagian orang lain lebih memilih untuk menyalurkan emosi mereka melalui kegiatan fisik seperti berolahraga. Sebagian orang yang saya kenal, suka menonton drama korea sedih untuk menyalurkan emosi mereka di saat ingin menangis

Anda sendiri perlu mencari tahu hal apa yang bekerja serta paling sesuai untuk diri Anda

Hal apapun itu yang akhirnya Anda pilih, pastikan hal tersebut merupakan sarana penyaluran emosi yang sehat, bersifat produktif, serta dapat memberi manfaat baik untuk diri Anda

 

Emosi negatif memang nampak sebagai hal yang tidak menyenangkan

Namun, seperti analogi ‘perut mulas’ di atas, justru karena hal itu lah emosi negatif yang kita rasakan perlu dikeluarkan melalui sarana penyaluran yang benar

Telah sering kita lihat akibat buruk yang disebabkan oleh ketidakpahaman akan hal ini di luar sana

Mulai dari kesulitan membangun hubungan baik dengan diri sendiri maupun orang lain, sikap diri yang tidak pernah positif, sampai penyalahgunaan tembakau, alkohol, dan obat-obatan terlarang lainnya

Saya harap setelah membaca artikel ini, Anda jadi mengerti akan hal apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatur dan mengelola emosi yang Anda miliki, serta dapat memiliki keadaan emosional yang sehat dalam kehidupan Anda sehari-hari

 

Praktikan dan beri tahu saya hasilnya!

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi audio dari artikel kali ini:

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Cara Meminta Maaf Dengan Benar

Cara Meminta Maaf Dengan Benar

Pernahkah Anda bertanya apa proses yang terjadi sampai seseorang dapat memaafkan kesalahan yang telah dibuat oleh orang lain kepada dirinya?  Apakah hal tersebut terjadi hanya karena keikhlasan individu tersebut saja? Ataukah terdapat hal lain yang sebenarnya dapat kita lakukan untuk mendapatkan maaf atas kesalahan yang kita perbuat kepada orang lain?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai 3 hal perlu kita terapkan dalam proses meminta maaf kepada seseorang untuk menjamin terbukanya pintu maaf dalam hati orang tersebut untuk memaafkan kesalahan yang telah kita perbuat kepada dirinya

 

Know It

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah TAHU terlebih dahulu apa kesalahan yang Anda buat!

Kenapa? Karena dengan mengetahui apa kesalahan Anda, hal tersebut dapat MENJAMIN diri Anda untuk tidak lagi MENGULANGI kesalahan yang sama untuk kedua kalinya

Di saat kita ingin meminta maaf kepada seseorang, amatlah susah untuk benar-benar mendapatkan maaf dari orang tersebut apabila kita sendiri tidak mengetahui dengan benar apa kesalahan yang telah kita perbuat

Apabila Anda benar-benar tidak tahu apa kesalahan yang telah Anda perbuat, Anda dapat mencoba bertanya akan apa kesalahan yang Anda miliki secara langsung kepada orang tersebut; dan beritahu bahwa tujuan Anda bertanya adalah untuk meminta maaf dan memperbaiki kesalahan yang telah Anda lakukan

 

MEAN IT

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah Anda harus BERSUNGGUH-SUNGGUH dalam meminta maaf kepada orang yang telah Anda lukai perasaannya

Anda tidak perlu berlebihan dalam menunjukan kesungguhan Anda dalam meminta maaf, namun kesungguhan diri Anda tetap HARUS Anda tunjukkan

Banyak orang di luar sana yang ‘tidak suka’ jika diminta menurunkan ego mereka, mengaku bahwa mereka telah berbuat kesalahan, dan akhirnya membuat orang yang mereka perlakukan dengan tidak baik merasa bahwa mereka tidak bersungguh-sungguh dalam meminta maaf atau malah terkesan menyepelekan kesalahan yang telah mereka buat

Anda TIDAK BOLEH menjadi orang seperti itu

Miliki lah kerendahan hati untuk mengakui kesalahan yang telah Anda buat dan miliki komitmen untuk memperbaiki hal yang telah Anda perbuat tersebut

 

CHANGE IT

Hal berikutnya yang paling tepat Anda lakukan untuk menunjukkan bahwa Anda telah menyadari apa kesalahan yang telah Anda perbuat dan bahwa Anda bersungguh-sungguh meminta maaf akan hal tersebut adalah dengan MERUBAH sikap dan perilaku Anda kepada orang tersebut

Mengubah sikap disini bukan berarti Anda menjadi “ngebaik-baikin” (baca: menyuap) orang tersebut agar kemudian memaafkan diri Anda

Namun, benar-benar MENYADARI kesalahan yang telah Anda buat dan kemudian BERKOMITMEN untuk mengubah diri Anda agar TIDAK LAGI melakukan hal tersebut

Jika Anda benar-benar tidak tahu apa yang harus Anda lakukan untuk mengubah kesalahan yang telah Anda buat pada situasi seperti ini, Anda bisa kembali langsung menanyakan kepada orang tersebut apa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki kesalahan Anda

 

Mungkin sampai sini, sebagian dari Anda akan bertanya:

“Namun, bagaimana kalau saya sudah melakukan semua hal di atas, tetapi orang tersebut masih belum mau memaafkan saya?”

Selama Anda setidaknya sudah melakukan ketiga hal yang telah disebutkan diatas, keputusan untuk memberikan maaf atas kesalahan Anda bukanlah lagi merupakan tanggung jawab diri Anda

Hal yang terpenting disini adalah bahwa Anda sudah menyadari, mengakui, dan merubah perilaku Anda seperti yang telah saya jelaskan diatas; keputusan akhirnya apakah Anda akan dimaafkan atau tidak, biarkanlah Anda serahkan kepada orang tersebut agar dirinya sendiri yang memutuskan

 

Kita juga perlu mengingat bahwa setiap orang memiliki ‘toleransi’ waktu mereka masing-masing dalam memaafkan kesalahan yang telah orang lain buat, yang dapat kita lakukan hanyalah merubah perilaku dan sikap kita agar tidak kembali mengulang kesalahan yang telah kita lakukan

Jadi ini semua adalah tentang MENGUBAH perilaku/ sifat buruk/ kesalahan DIRI ANDA SENDIRI, BUKAN tentang ‘menyogok’ seseorang agar mau memaafkan kesalahan yang telah Anda buat

.

.

.

 

Sebagai manusia, tentu dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah luput dari yang namanya melakukan kesalahan; baik dalam bersikap, berucap, maupun berkelakuan

Dan seringkali, tanpa pernah kita maksud atau kita sadari, hal yang kita lakukan tersebut menyakiti hati atau melukai perasaan orang yang menerima

Pada saat seperti itu, ada baiknya kita merendahkan sedikit ego diri kita dan berbesar hati mengakui kesalahan yang kita perbuat, dan berkomitmen untuk memperbaiki hal tersebut agar tidak terulang kembali untuk kedua kalinya

 

Semoga artikel kali ini bermanfaat untuk diri Anda, sampai jumpa pada artikel berikutnya!

 

Klik disini untuk menonton video dari artikel di atas:

Klik disini untuk versi audio dari artikel di atas:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Rekomendasi Buku Selama #DiRumahAja

Rekomendasi Buku Selama #DiRumahAja

Pada artikel sebelumnya, saya memberi rekomendasi mengenai beberapa hal yang dapat kita lakukan agar tetap produktif selama #DiRumahAja; salah satu kegiatan yang saya rekomendasikan pada artikel tersebut adalah membaca buku

Pada artikel kali ini, saya akan memberi beberapa rekomendasi judul buku yang dapat Anda baca untuk mengisi waktu Anda selama #DiRumahAja

The Courage To Be Disliked (Ichiro Kishimi / Fumitake Koga)

Tadinya saya mau memberi rekomendasi buku “The Subtle Art of Not Giving A Fck” dan ‘Everything is Fcked Up” karya Mark Manson, tapi saya pikir karena kedua buku itu sudah banyak menjadi rekomendasi dimana-mana, jadi saya pilih untuk merekomendasikan buku ini

Inti yang ingin disampaikan buku ini SAMA dengan yang ingin disampaikan oleh Mark Manson pada kedua buku di atas; namun menurut saya buku “Berani Tidak Disukai” (versi judul Bahasa Indonesia) ini lebih baik dalam cara menyampaikan pesannya

Jika Anda belum sempat membaca kedua buku Mark Manson yang saya sebut diatas, lebih baik hemat waktu Anda dengan membaca satu buku saja, yaitu buku ini

The War of Art & Turning Pro (Steven Pressfield)

Kedua buku ini merupakan buku kembar yang cocok bagi Anda yang ingin belajar bagaimana caranya untuk memiliki sifat professional, memiliki work ethic yang baik, serta (yang paling penting) BERHENTI MENUNDA-NUNDA hal yang seharusnya Anda lakukan

Kedua buku ini membahas hal-hal yang sederhana namun PENTING untuk kita ingat, ketika dihadapkan dengan berbagai macam ‘distraction’ dan ‘procrastination’ yang sering kali justru kita lakukan pada saat kita seharusnya bekerja

Satu quote yg saya suka dari buku ini “Yang susah itu bukan saat kita menulis, namun memutuskan untuk duduk diam, lalu kemudian menulis”. Kedua buku ini akan lebih baik jika dibaca secara berdampingan untuk pengertian yang lebih mendalam

King, Warrior, Magician, Lover (Robert Moore / Douglas Gillette)

Buku yang satu ini saya rekomendasikan khusus untuk Anda yang menyukai tipe kepribadian, pengembangan diri, serta ‘CINTA-CINTAAN’ alias cocok jika Anda sering bertanya kepada diri Anda sendiri: “Tipe seperti apa sih yang cocok untuk menjadi pasangan saya?”

Buku ini mengajak kita untuk mengenal tipe diri kita sendiri terlebih dahulu, lalu bukan hanya sekedar mencari tahu tipe seperti apa yang cocok untuk diri kita, namun juga mencari tahu tipe kepribadian pasangan seperti apa yang dapat mendorong diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik

Jika Anda suka bermain video game RPG, saya YAKIN Anda akan sangat menikmati hal yang dibahas dalam buku ini. Buku ini lebih ditujukan untuk Laki-Laki, namun boleh juga dibaca oleh Perempuan. Jika terdapat HANYA satu buku yang perlu Anda baca untuk mengetahui hal-hal penting seperti yang telah saya sebutkan diatas, inilah buku tersebut!

.
.
.

Itulah sebagian judul buku yang saya rekomendasikan untuk Anda baca selama #DiRumahAja beberapa waktu belakangan ini

Jika Anda sudah pernah membaca salah satu dari ke-empat judul buku yang saya rekomendasikan di atas, beritahu saya pendapat Anda mengenai buku tersebut pada kolom komentar di bawah

Serta beritahu saya juga jika Anda memiliki rekomendasi buku yang menarik untuk dibaca selama periode waktu #DiRumahAja ini agar kita dapat mengisi waktu yang kita miliki dengan bermanfaat

Baca bukunya dan beritahu saya pendapat Anda!

PS: Join Newsletter saya pada form di pojok kanan atas halaman ini agar tidak ketinggalan artikel maupun informasi terbaru dari saya ya!

 

Klik disini untuk menonton versi video dari artikel kali ini:

Klik disini untuk mendengarkan versi Audio dari artikel kali ini:

 

Posted by Yanuar D Liwang in blog, 0 comments
Load more