Minder Pas Reuni? Baca Ini Dulu!

Beberapa waktu lalu saya menemukan sebuah status Facebook viral ditulis oleh seseorang mengenai acara reuni yang diadakan oleh teman-teman sekolahnya

Mengapa status tersebut sampai menjadi viral?

Karena menurut si penulis status tersebut, teman-teman sekolah dia dulu kini “pansos” akan pencapaian yang telah mereka miliki

Jika kita perhatikan, memang banyak orang lain di luar sana yang merasakan hal yang sama seperti yang dicurhatkan oleh si penulis status Facebook tersebut

Namun, apakah benar jika kita menceritakan pengalaman maupun pencapaian hidup yang telah kita capai pada acara reuni sekolah adalah suatu tindakan “pansos”?

Atau apakah memang si penulis saja yang merasa ‘minder’ karena membanding-bandingkan keadaan hidupnya dengan teman-temannya yang lain?

Pada artikel kali ini, saya akan membahas mengenai fenomena ini dan membagikan pemikiran saya mengenai hal tersebut

 

Yakin Pansos?

Di saat saya menulis artikel ini, sudah 10 TAHUN lamanya sejak saya lulus dari bangku SMA

Apabila HARI INI teman-teman SMA saya mengajak untuk datang ke acara reuni, saya rasa WAJAR apabila hal-hal yang mereka bicarakan adalah mengenai keadaan diri mereka HARI INI; seperti status pekerjaan, gaji, pernikahan, dan lain sebagainya

Bukannya malah hanya BERNOSTALGIA mengenang MASA LALU begitu saja (*nanti saya bahas lebih dalam lagi mengenai hal ini)

Kenapa? Karena sudah seharusnya seiring dengan berjalannya waktu, hidup kita NAIK LEVEL menuju keadaan yang lebih baik daripada keadaan hidup kita yang sebelumnya

Jangankan dalam jangka waktu 10 tahun, dalam jangka SETAHUN saja, apabila keadaan hidup kita MASIH SAMA dengan keadaan hidup kita sebelumnya, kita sudah RUGI karena menyia-nyiakan waktu tanpa memberi perubahan apapun terhadap hidup kita

Ucapan “Kamu Berubah” itu selalu lebih baik daripada ucapan “Kamu Gitu-Gitu Aja” dalam situasi seperti ini

Saya tidak tahu bagaimana cara teman-teman si penulis status menyampaikan pencapaian hidup yang mereka miliki; bisa jadi caranya memang pamer, namun bisa juga mereka hanya menceritakan keadaan hidup yang mereka miliki dengan apa adanya

Jadi, dalam kasus seperti ini, hal yang perlu kita tanyakan adalah: yakin hal yang dilakukan teman-teman si penulis status tersebut memang “pansos”? atau memang mereka hanya ingin membagikan keadaan hidup mereka yang ‘Alhamdulillah’, namun si penulis status yang malah jadi minder sendiri karena hal tersebut?

 

Bukankah seharusnya senang?

Bayangkan Anda bertemu dengan seorang teman yang sudah lama tidak Anda jumpai

Lalu, ketika Anda bertanya mengenai bagaimana kabar dirinya sekarang, ia menjawab dengan segala hal baik yang telah terjadi dalam kehidupannya

Bagaimana reaksi Anda? Bukankah seharusnya Anda ikut senang?

AMAT SANGAT ANEH jika di saat Anda mendengar hal-hal baik terjadi di dalam hidup seseorang, Anda malah merasa tidak turut bahagia mendengar hal-hal tersebut

Ya, mungkin Anda jadi merasa sedikit ‘minder’ karena alam bawah sadar Anda jadi OTOMATIS membandingkan keadaan diri Anda dengan keadaan yang mereka punya

Namun, apabila Anda memiliki POLA PIKIR yang SEHAT, bukankah seharusnya Anda PENASARAN, INGIN TAHU, atau bahkan MINTA DIAJARI bagaimana caranya agar keadaan hidup Anda bisa maju SAMA seperti diri mereka?

Coba Anda pikirkan hal tersebut barang sejenak…

 

Gila Nostalgia

Saya mau tanya satu hal sama Anda…

Menurut Anda, apa penyebab orang suka mengenang keindahan masa lalu yang mereka punya?

Anda mungkin memiliki jawaban yang berbeda, namun menurut saya alasan orang suka mengenang masa lalu adalah karena keadaan mereka pada saat itu LEBIH BAIK daripada keadaan yang mereka miliki sekarang (maupun proyeksi mereka akan masa depan yang akan datang)

Wajar kalau sekali-kali kita mengenang keindahan masa lalu yang kita miliki

Namun, tidak produktif rasanya apabila sebagai manusia yang hidup di masa kini (dan berjalan menuju masa depan) kita malah terus menerus mengenang masa lalu, dan bukannya berupaya membuat masa kini dan masa depan yang kita miliki untuk menjadi lebih baik lagi dibandingkan dengan masa lalu

Ya, mungkin masa lalu kita memang menyenangkan, tapi masa kini dan masa depan kita seharusnya menjadi lebih baik lagi; karena kalau tidak, berarti hidup kita mengalami KEMUNDURAN

 

Hidup Bukan Lomba

Satu hal lagi yang menurut saya merupakan pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah kesadaran bahwa hidup bukanlah sebuah lomba

Sebagian orang di luar sana menjalani hidup dengan pemikiran bahwa hidup adalah persaingan atau bahkan PERANG; dimana jika dia MENANG berarti saya KALAH & jika dia RUGI maka saya UNTUNG

Namun apakah BENAR hidup seperti itu? Tentu TIDAK BENAR

Orang lain “MENANG” dalam hidupnya bukan berarti kita kalah dan untuk membuat hidup kita “beruntung” juga tidak perlu dengan cara “merugikan” orang lain

Amat sangat KASIHAN orang-orang yang memiliki pemikiran seperti itu, karena mereka sedang melakukan pertarungan yang TIDAK DAPAT MEREKA MENANGKAN

Kenapa? Karena memangnya ada berapa banyak jumlah orang di luar sana yang perlu kita kalahkan terlebih dahulu sampai kita dapat merasa “menang”?

 

Saya sendiri mempunyai pemikiran bahwa hidup itu seperti marathon; dan marathon bukan tentang menang atau kalah, melainkan tentang “mencapai tujuan”

Ada yang memilih berlari dengan cepat, ada yang pelan tapi pasti, ada yang santai sambil menikmati pemandangan

Soal KAPAN mereka berhasil mencapai tujuan bukan persoalan, karena seperti kita lihat diatas, mereka semua memiliki caranya masing-masing untuk mencapai “garis finish”

Satu hal yang pasti, mereka semua memiliki satu kesamaan, yaitu mereka semua “bergerak maju” mencapai tujuan

Apakah kita sudah bergerak maju?

Ataukah kita masih diam di tempat akibat ribuan alasan yang kita buat?

Itulah hal yang perlu kita tanyakan kepada diri kita

 

Saya rasa itulah hal-hal yang dapat kita ambil sebagai pembelajaran dari contoh kasus status Facebook yang viral seperti di atas. Semoga kita semua dapat menerapkan pelajaran yang kita ambil tersebut ke dalam hidup kita, agar hidup yang kita jalani terus menjadi lebih baik, dan semoga kita semua terus bergerak dalam ‘marathon’ hidup yang kita jalani dan “sama-sama menang” sampai berhasil mencapai tujuan

Saya Yanuar D Liwang

Sampai jumpa pada artikel berikutnya!

Klik disini untuk versi video dari artikel di atas:

Klik disini untuk versi audio dari artikel di atas:

 

Leave a Reply