Ketika Orang Tua Menghalangi Mimpi Anda

Dalam perjalanan mencapai impian kita, seringkali kita menghadapi berbagai perlawanan yang datangnya justru dari orang-orang yang paling dekat dengan kita; terutama orang tua

Ketika orang tua menjadi penghalang terbesar dalam mencapai hal yang kita inginkan, maka apa yang sebaiknya kita lakukan?

Pada artikel kali ini, saya akan membagikan pemikiran maupun pengalaman pribadi saya dalam menghadapi masalah seperti ini

 

Hal pertama yang harus kita tanyakan kepada diri kita sendiri ketika dihadapkan pada situasi seperti itu adalah: “Memangnya siapa yang menjalani hidup saya?”

Jika jawaban Anda adalah “Tentu, diri saya sendiri”, maka bukankah wajar jika diri Anda sendirilah yang berhak menentukan apa yang mau Anda lakukan dengan hidup Anda?

Memang tidak mudah berhadapan dengan orang tua sendiri, namun Anda harus berani mempunyai PENDIRIAN untuk memperjuangkan mimpi Anda, walaupun jika harus sampai MELAWAN orang tua Anda sendiri

Melawan disini bukan berarti adu fisik dengan orang tua Anda, saya tidak menyarankan hal seperti itu (walaupun saya juga tidak naif, banyak orang tua yang dapat bersikap sangat kasar terhadap anak mereka sendiri; jika orang tua Anda seperti itu, Anda harus dapat membela diri Anda sendiri secara fisik)

Melawan yang saya maksud disini adalah melawan secara PIKIRAN dan MENTAL

Dasarnya adalah pemikiran kita di awal tadi. Jika Anda merasa bahwa diri Anda sendiri lah yang akan menjalani hidup Anda, maka sudah sewajarnya Anda yang menentukan sendiri jalan hidup yang ingin Anda jalani

Saya memiliki seorang teman yang ketika sudah lulus kuliah, dia langsung bekerja di perusahaan besar, memiliki gaji tinggi, serta nampak seperti orang “sukses” jika dibandingkan dengan teman-teman lain yang lulus seangkatan dengan dirinya; jika Anda melihat keadaan teman saya dari luarnya saja, mungkin Anda akan kagum sekaligus iri akan pencapaiannya yang telah ia peroleh dengan cepat setelah lulus kuliah

Namun kemudian dia curhat bahwa hal yang dilakukannya sekarang bukanlah hal yang sebenarnya dia inginkan, tidak pernah ingin dia lakukan, serta merupakan keputusan yang dibuat oleh orang tuanya untuk dia jalani, bukan keputusan yang dibuat oleh dirinya sendiri

Setiap hari dia melakukan hal yang tidak ia inginkan, kerap berwajah murung, serta tidak memiliki semangat untuk menjalani kehidupan. Bukankah sedih ketika kita dilihat “berhasil” dari luar oleh orang-orang di sekitar kita, namun kita sendiri tahu bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan di dalam?

 

Di saat Anda memilih untuk mengikuti kata hati diri Anda sendiri, seburuk-buruknya hal yang kemudian mungkin akan terjadi, hal tersebut merupakan tanggung jawab dan konsekuensi yang Anda terima karena hasil pilihan diri Anda sendiri

Namun ketika Anda mengalah dan mengikuti apa kata orang lain, lalu kemudian hal buruk terjadi menimpa diri Anda, memangnya siapa orang yang menurut Anda akan bertanggung jawab dan menderita karena mengalami hal buruk tersebut? Orang lain yang membuat keputusan untuk diri Anda tersebut? Tentu TIDAK! Diri ANDA sendiri lah yang akan MENDERITA mengalami hal tersebut

Sedangkan orang yang membuat keputusan untuk diri Anda paling hanya dapat berpangku tangan sambil berkata: “Ya, Mama/ Papa khan gak tau ‘Dek kalo ternyata akhirnya bakal kayak gitu…”

Anda mau menjadi orang seperti itu?

Satu hal lagi yang ingin saya bagikan (Anda mungkin akan TIDAK SETUJU dengan hal ini, namun saya akan tetap membagikan pemikiran saya) adalah bahwa saya bukan merupakan orang yang terlalu percaya atau menghargai status maupun jabatan apa yang dimiliki oleh seseorang

Bukan berarti saya jadi bersikap tidak hormat atau semacamnya, namun biasanya saya akan melihat terlebih dahulu apakah PERILAKU orang tersebut sesuai dengan status atau jabatan yang mereka miliki

Memiliki status sebagai “Orang Tua” (atau status apapun itu) TIDAK PERNAH memberi seseorang hak untuk mengatur kehidupan orang lain (baca: Anak) seenaknya, sesuai dengan keinginan hati mereka, demi kepentingan diri mereka sendiri, selayaknya barang yang bisa mereka pakai dan gunakan

Banyak orang di luar sana, yang jika dinilai dari PERILAKU mereka terhadap anak mereka, tidak pantas menyandang status sebagai Orang Tua

Mereka memaksakan mimpi yang tidak pernah (atau tidak berani) mereka jalani kepada si anak, mengancam anak jika tidak menuruti apa kemauan mereka, ataupun mengungkit-ungkit hal yang pernah mereka berikan (yang mungkin memanglah suatu bentuk KEWAJIBAN yang harus mereka lakukan sebagai orang tua). Atau mungkin lebih parah lagi, merendahkan dan menghina mimpi si anak, atas dasar pemikiran “Bapak/ Ibu aja gak bisa, apalagi kamuuu??”

Di saat Anda melihat kenyataan seperti itu (yang banyak terjadi di luar sana) di hadapan Anda, apakah Anda masih akan menilai orang yang berkelakuan seperti itu pantas disebut sebagai “Orang Tua” ?
.
.
.

 

Ketika Anda memiliki suatu hal yang ingin Anda lakukan dan Anda tahu di dalam hati Anda bahwa hal tersebut adalah hal yang benar, maka Anda harus berani memperjuangkan hal tersebut; bahkan jika harus sampai melawan orang tua diri Anda sendiri

Sekali lagi, melawan disini bukan berarti adu fisik, melainkan melawan secara mental dan pemikiran

Tidak pernah mudah dalam hal yang namanya menjalani mimpi. Banyak tantangan dan rintangan yang harus kita hadapi, bahkan jika hal tersebut datangnya adalah dari orang-orang terdekat. Di saat seperti itulah keteguhan hati kita diuji; apakah kita akan menyerah dan mengikuti apa kata orang lain, atau tetap berpendirian sesuai dengan kata hati yang kita miliki

Apapun yang menjadi pilihan diri Anda, pastikan hal tersebut merupakan keputusan yang dibuat oleh diri Anda sendiri, dan bukan dibuat oleh orang lain

PS: Silahkan Anda cari dan tonton film “JOY” (dibintangi oleh Jennifer Lawrence) yang menceritakan kisah nyata perjuangan milyuner Joy Mangano dalam mencapai impiannya, walau banyak dihalangi oleh orang-orang terdekatnya

Yanuar D Liwang

________________________
Klik untuk menonton versi video dari artikel ini di Youtube:

Klik untuk mendengarkan versi audio dari artikel ini di Spotify:

________________________

Leave a Reply