Cara Berhenti Mendengarkan Omongan Orang Lain

Salah satu hal sederhana yang namun masih menjadi masalah bagi banyak orang di luar sana adalah “omongan orang lain”

Banyak orang yang masih terlalu memikirkan pendapat maupun komentar yang orang lain katakan, bahkan hal tersebut dapat sampai menjadi beban pikiran untuk diri mereka

Pada artikel kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana caranya agar kita dapat berhenti memikirkan apapun omongan yang orang lain buat di luar sana mengenai diri kita

 

Hal pertama yang harus kita sadari adalah bahwa kita tidak dapat mengatur apa yang orang lain ingin katakan terhadap diri kita, namun kita dapat mengatur bagaimana cara kita ingin bersikap dalam menghadapi omongan yang mereka katakan

Satu hal yang dapat segera Anda lakukan untuk berhenti mendengarkan omongan orang lain adalah dengan berhenti memberi VALUE (nilai) akan omongan orang tersebut

Stop valuing other people’s opinion!!

Begitu Anda sadar bahwa tidak semua omongan orang itu ada nilainya untuk diri Anda, akan mudah bagi diri Anda untuk berhenti mendengarkan apa omongan orang lain

 

Kedua, jadilah SELEKTIF dalam memilih siapa yang pendapatnya perlu Anda dengarkan

Jika Anda ingin memiliki keadaan finansial yang baik, tentu Anda tidak akan mendengarkan pendapat orang yang hidupnya terlilit hutang, bukan?

Sama halnya seperti jika Anda ingin memiliki prestasi akademik, Anda tidak akan mendengarkan omongan dari orang yang tidak naik kelas mengenai bagaimana cara Anda seharusnya belajar

Dengarkanlah pendapat HANYA dari orang yang memiliki apa yang ingin Anda miliki!

Jadi disini Anda tidak sedang menjadi orang arogan yang menutup dirinya dari segala macam pendapat dan masukan, melainkan Anda sedang MEMILIH mana omongan atau siapa yang pendapatnya perlu Anda dengarkan

 

Kita harus akui bahwa kebanyakan orang di luar sana sangat senang sekali memberi komentar yang tidak diperlukan bahkan ketika tidak kita minta

Bisa jadi karena mereka ingin merasa lebih baik dari diri Anda, bisa jadi karena mereka ingin dianggap sebagai “pahlawan” karena telah membantu Anda melalui “nasehat” mereka yang tidak Anda minta, bisa jadi juga karena mereka hanya ingin terlihat pintar di hadapan orang lain

Apapun alasannya, yang perlu Anda ingat hanyalah tidak semua komentar ataupun omongan yang orang lain buat itu memiliki nilai

Jadi STOP mendengarkan omongan orang yang tidak ada nilainya!

Gunakan prinsip “masuk kuping kiri, keluar kuping kanan”, alias iyakan saja apapun omongan mereka, namun tetap lakukan hal yang ingin Anda lakukan

 

Tips tambahan yang dapat Anda gunakan dalam menghadapi komentar orang lain adalah dengan FLIRTING. Ya, flirting, alias memberi jawaban “menggoda” akan apapun omongan yang mereka berikan kepada diri Anda

Saya beri contoh, misalnya ada seseorang teman Anda yang berkomentar “Kok lo betah banget ngejomblo sih? Kapan Kawin??”, Anda bisa menjawab dengan “Iya nih, makanya lo bantuin donk, kenalin gue ke temen-temen lo biar cepet ada pasangannya”

Atau ketika ada kerabat Anda yang usil bertanya “Kapan punya anak?”, Anda dapat menjawab dengan “Setiap hari sih bikin terus, doain aja ya!” atau semacamnya; lalu kemudian CUEK akan apapun komentar balasan mereka akan jawaban Anda

 

Tidak ada batasan bagi Anda untuk menciptakan jawaban sekreatif mungkin akan hal ini. Anda dapat melatih diri Anda dengan membuat sendiri skenario-skenario yang mungkin akan Anda hadapi, dan mencari tahu sendiri apa jawaban kreatif Anda akan hal tersebut

Lihat bagaimana sekarang komentar “menyebalkan” dari orang lain dapat menjadi tantangan “menyenangkan” untuk diri Anda?

Semua tergantung pandangan diri Anda dalam menyikapinya

 

Kalau begitu, poin akhir dari artikel saya yang perlu Anda ingat:

Semua orang suka berkomentar, tapi tidak semua komentar memiliki nilai. Berhenti memberi nilai kepada omongan orang yang tidak ada nilainya, dan dengarkan omongan hanya dari orang yang memberi diri Anda nilai

 

Praktikan dan beritahu saya hasilnya!

Yanuar D Liwang

 

~

Butuh konsultasi untuk menyelesaikan masalah Anda? Hubungi saya disini

Ingin artikel seperti ini dikirimkan langsung kepada Anda via e-mail setiap minggunya? Subscribe ke Mailing List kami pada form di pojok kanan atas halaman ini !

Leave a Reply